by

Karhutla Sambas Capai 2.318 Hektare, Status Tanggap Darurat Dikaji

Sambas, Media Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus meluas. Sepanjang 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, luas lahan terbakar mencapai sekitar 2.318,48 hektare dengan 1.303 hotspot.

Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin Bupati Sambas H. Satono di Kantor Bupati Sambas, Senin (24/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Sambas Alwindo Djuhardi mengatakan, hotspot terbanyak berada di Kecamatan Paloh sebanyak 317 titik, Selakau 212 titik, dan Sajingan Besar 129 titik.

Kebakaran terjadi di delapan desa. Areal terluas berada di Desa Sungai Baru sekitar 105 hektare dan Sungai Kumpai sekitar 100 hektare. Api di Sungai Baru dan Tanah Hitam dilaporkan mulai mendekati permukiman serta jalan utama.

Sebanyak 315 personel gabungan telah dikerahkan. Namun, peralatan yang tersedia hanya terdiri atas 68 pompa portabel, 71 set APD, delapan sepeda motor trail, dan satu mobil pemadam kebakaran.

BPBD kini melakukan kaji cepat untuk mempertimbangkan peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat. Langkah itu menyusul meluasnya kebakaran, memburuknya kualitas udara, dan terbatasnya kemampuan daerah.

Kualitas udara Sambas tercatat berada pada kategori tidak sehat dengan ISPU 118–119. BMKG juga memperingatkan bahwa lahan di Sambas masih berada dalam zona merah atau sangat mudah terbakar. Ancaman karhutla diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Bupati Sambas H. Satono memerintahkan pembentukan posko terpadu yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan desa. Seluruh camat juga diminta segera menyosialisasikan larangan membakar lahan.

“Ketentuan pembukaan lahan di bawah dua hektare tidak boleh dijadikan alasan untuk membakar saat kemarau dan kekeringan seperti sekarang,” tegas Satono.

Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo mengatakan, Polres Sambas telah menerima tambahan 30 personel Brimob. Polisi juga sedang menangani dua laporan pembakaran lahan di Sajingan Besar dan Sejangkung serta mendalami kebakaran lahan di Paloh.

Sementara itu, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo menyebut sebanyak 210 personel TNI dari Batalyon Teritorial Pembangunan 538 Banyuwangi telah tiba di Kalimantan Barat. Mereka akan disiagakan dan ditempatkan di sejumlah lokasi kebakaran.

Pemkab Sambas juga diminta segera menyiapkan anggaran darurat, tambahan pompa dan selang, kendaraan lapangan, ekskavator, serta pembangunan embung dan kanal sebagai cadangan air di wilayah rawan karhutla.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed