by

Lestarikan dan Bangkitkan Kebanggaan Seni Budaya Lokal

Pontinak, Media Kalbar
Dalam upaya melestarikan dan membangkitkan kebanggaan terhadap beragam seni dan budaya nusantara.di Kalbar Perkumpulan Seni Beladiri Pukul Tujuh silat kampung.”Menyatukan Budaya Etnis”

Pada hari Resepsi pernikahan Saudara Kandung Hery.ST Kepala Desa Sungai Rengas Perkumpulan Seni Beladiri Pukul Tujuh silat kampung memperkenal kembali Buya seni Yang ada di Indonesia

Dengan menampilkan 12 Bungasilat dari 12 perguruan yang tergabung dan yang ada di Kalimantan barat.

Serta menampilkan Tari Padupa yaitu tari penyambutan tamu kehormatan
berkolaborasi dengan sanggar Napinka.di bawah naungan IKBK.

Ketua Umum sekalis Gus Guru Sebasar di Perkumpulan Seni Beladiri pukul Tujuh Silat Kampung”Menyatukan Budaya Etnis”

Rusmika yang Kerap di sapah Pak meng menyakini pentingnya pemahaman nilai-nilai luhur bangsa bagi generasi muda.”Beragam kearifan lokal dan nilai-nilai budaya bangsa perlu diperkenalkan dan diajarkan pada generasi muda sejak dini agar seluruh masyarakat Indonesia akan mengerti bagaimana menjaga persatuan di tengah-tengah keberagaman saat ini.”Ucapnya.

Salah satu contohnya yang kami lakukan pada hari ini dari Perkumpulan Seni Beladiri Pukul Tujuh silat kampung kami hadir sebagai Palang Pintu
pada hari Resepsi pernikahan Irba Mawaddah
Putri dari Bapak Abdillah dan Ibu Hasnah(Almarhum)

Dengan Rizky Dinata
Putra Pertama dari Bapak Iskandar dan Ibu Supiani
di Gedung Kopri Jalan Veteran Pontianak
Pada hari Jum’at(7/3/2023), “papar Ketua Umum Dan juga selaku Guru Besar Di Perkumpulan Seni Bela Diri Pukul Tujuh Silat Kampung Rusmika Yang kerap di sapa Pak Meng,kepada wartawan Jum’at(17/3/2023)

Pada Waktu Yang Sama Ismail Djayusman Selaku Ketua Pelaksana harian dan Juga sekaligus Merangkap sebagai Pelatih yang di dampingi Safi.i Selaku Humas di Perkumpulan Seni dan Bela Diri Pukul Tujuh Silat Kampung”Menyatukan Budaya Etnis”beserta anak anak asuhannya.

“Ismail menjelaskan melalui berbagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal,diharapkan nilai-nilai luhur bangsa juga dapat terwariskan,”Tandasya

Masih Kata Ismail hari ini kami tampil sengaja kami kemas dengan menampilkan 12 Bunga silat dari 12 Perguruan silat Yang ada di Kalimantan Barat dan berkolaborasi dengan Sanggar Napinka dia bawah asuhan IKBK Ikatan Keluarga Bugis Kalimantan barat dengan menampilkan Tari penyambutan Padupa
dengan mengusung Tema Bhineka Tunggal Ika walau pun berbeda Suku tapi kita tetap satu.

Sehingga kearifan lokal dan budaya kita tidak akan mudah tergerus tradisi baru dan budaya asing karena masyarakat mampu melakukan filter.”Harus kita pahami juga,dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi information and communication technology (ICT) di era globalisasi ini, budaya dan tradisi asing sangat mudah masuk dan mempengaruhi berbagai aspek-aspek kehidupan masyarakat,”ungkap Ismail.”(Tim/Mk)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed