SAMBAS, MEDIA KALBAR – Seniman dan musisi asal Sambas, Kalimantan Barat, Majinur Darlisanto, S.Pd atau yang akrab disapa Mezi Esperanza, kembali menghadirkan karya baru bernuansa kepedulian sosial dan lingkungan.
Lagu berjudul “Jernih Yang Hilang” bukan sekadar karya musik. Lagu ini menjadi pesan moral tentang kondisi sungai yang perlahan kehilangan kejernihannya akibat sampah dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia.
Melalui lagu tersebut, Mezi Esperanza ingin menyampaikan bahwa sungai bukan hanya aliran air, tetapi sumber kehidupan bagi masyarakat. Ketika sungai tercemar, maka kehidupan manusia, lingkungan, dan masa depan generasi berikutnya ikut terancam.
“Jernih Yang Hilang” terinspirasi dari kenyataan yang kerap terlihat dalam kehidupan sehari-hari, terutama kondisi sungai yang tidak lagi bersih seperti dahulu. Lagu ini juga dipengaruhi oleh gerakan sosial yang dilakukan Pandawara Group, yang selama ini dikenal aktif mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.
Mezi Esperanza menegaskan, menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, komunitas, atau kelompok tertentu. Menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Melalui karya ini, ia berharap lagu “Jernih Yang Hilang” tidak hanya didengar sebagai hiburan, tetapi juga menjadi pengingat dan penyadaran bagi masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Sebab, ketika sungai kehilangan kejernihannya, sesungguhnya manusia juga sedang kehilangan bagian penting dari masa depannya.
Lagu “Jernih Yang Hilang” karya Mezi Esperanza kini sudah tersedia di seluruh platform digital dan dapat didengarkan oleh masyarakat luas.
Lewat musik, Mezi Esperanza membuktikan bahwa kepedulian terhadap alam dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh. “Jernih Yang Hilang” menjadi suara sungai, suara alam, sekaligus suara masa depan yang meminta untuk diselamatkan.(Rai)











Comment