Pontianak, Media Kalbar
Di balik ayunan raket yang penuh ketekunan, lahir sederet prestasi yang mengharumkan nama Kota Pontianak dan MAN 2 Pontianak. Selasa, (23/6/2026. Adalah Shafa Rizqa Asysyifa, petenis muda berbakat yang dalam lima tahun terakhir berhasil menorehkan berbagai gelar juara tingkat kota, provinsi, hingga tampil pada turnamen nasional. Konsistensinya di lapangan tenis bahkan mengantarkannya meraih predikat Pemain Putri Terbaik Open Tournament Tenis Lapangan PELTI Kalimantan Barat, sebuah pencapaian yang menjadi bukti kualitas dan dedikasinya sebagai atlet muda masa depan.
Lahir di Pontianak pada 20 Maret 2010, Shafa yang kini duduk di bangku Kelas XI MAN 2 Pontianak mulai aktif menekuni olahraga tenis lapangan sejak tahun 2020. Sejak saat itu, ia terus mengasah kemampuan melalui latihan yang disiplin dan keikutsertaannya dalam berbagai kejuaraan tenis, baik tingkat junior maupun open tournament.
Perjalanan prestasi Shafa dimulai pada tahun 2022 dengan meraih Juara 3 KTSP Junior Tennis Tournament Kelompok Umur (KU) 14 Tahun dan Juara 3 Kejuaraan Tenis se-Kalimantan Barat KU 16 Tahun. Setahun kemudian, prestasinya semakin meningkat dengan meraih Juara 2 Kejuaraan Tenis Junior se-Kalimantan Barat KU 14 Tahun serta Juara 2 Open Tournament Tenis se-Kalimantan Barat KU 18 Tahun.
Tahun 2024 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan kariernya. Shafa berhasil meraih Juara 1 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak dan Juara 3 POPDA Provinsi Kalimantan Barat. Prestasi tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu petenis putri muda potensial di Kalimantan Barat.
Memasuki tahun 2025, Shafa kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih Juara 2 Singkawang Junior Tournament KU 18 Tahun se-Kalimantan Barat, Juara 1 Piala Wali Kota Singkawang 2026 se-Kalimantan Barat, serta Juara 2 Open Tournament Tenis Lapangan PELTI Kalimantan Barat.
Puncak pencapaiannya diraih ketika dinobatkan sebagai Pemain Putri Terbaik Open Tournament Tenis Lapangan PELTI Kalimantan Barat. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas kerja keras, dedikasi, dan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan sebagai atlet tenis lapangan.
Dalam perjalanan kariernya, Shafa mencatatkan capaian yang mengesankan. Selama 5 tahun menekuni tenis lapangan, ia berhasil mengoleksi 10 prestasi dari berbagai kejuaraan dan pernah bergabung dalam 3 klub tenis sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan kemampuan.
Karier tenis Shafa diawali bersama Kemenag Junior Tennis Club (KJTC) pada Agustus 2020 hingga September 2024 di bawah bimbingan pelatih Ramjuni. Selanjutnya, sejak September 2024 hingga sekarang, ia bergabung dengan Deddy Tennis Club (DTC) Pontianak dan berlatih di bawah arahan pelatih Deddy Junaidi.
Selain mengukir prestasi di Kalimantan Barat, Shafa juga mulai menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional. Pada Desember 2024, ia mengikuti Bandung Open Tournament dan Bhatara Fiks Tennis Tournament di Bandung. Meskipun harus terhenti pada babak penyisihan, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, dan daya saing menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Bagi Shafa, tenis bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana untuk mengembangkan karakter disiplin, kerja keras, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut terus ia pegang dalam menjalani aktivitas sebagai pelajar sekaligus atlet yang berupaya mengharumkan nama daerah dan madrasah.
Kepala MAN 2 Pontianak, Hj. Yuliana, S.Pd., S.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang telah diraih Shafa Rizqa Asysyifa.
“Prestasi yang diraih Shafa merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Pontianak. Keberhasilannya menunjukkan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani bermimpi besar, dan berjuang meraih prestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Shafa menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan yang konsisten, dukungan keluarga, pelatih, serta madrasah dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing. MAN 2 Pontianak pun terus berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat serta potensi terbaiknya, sehingga mampu mengharumkan nama madrasah, daerah, dan bangsa di berbagai bidang. (*/Amad)











Comment