by

Memang Bangke si Silmy Karim, Wamen Otak Koruptor Sejati

Baru kali ini saya menulis sangat serius. Penuh amarah. Pemicunya, si Silmy Karim, Wamen punya otak koruptor sejati. Setelah saya baca penjelasan KPK seperti apa modusnya, memang bangke ni pejabat. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Silmy Karim, si bajingan busuk berwajah pejabat! Parasit negara paling hina yang pantas diludahi muka berkali-kali sampai tenggelam dalam air liur rakyat murka!

Nuan bayangkan betapa rendahnya jiwa seorang Wakil Menteri Imigrasi yang mengubah kantor pelayanan publik menjadi rumah bordil pemerasan paling keji sepanjang sejarah bangsa. “Setiap klik ada harganya,” perintah mesumnya kepada antek-anteknya, termasuk Direktur Izin Tinggal Jaya Saputra. WNA yang hanya mau urus KITAS, KITAP, perpanjangan, perubahan status, tambah anak atau istri, harus mengguyur uang haram agar berkasnya tidak sengaja “mati” atau “hilang” di laci. Sistemik, terstruktur, berjalan mulus sejak 2022 hingga 2026. Ratusan miliar rupiah, Rp145 miliar lebih, mengalir deras ke kantongnya yang tak pernah kenyang. Darah rakyat yang bayar pajak setiap hari jadi santapan si Silmy yang tamak dan hina dina!

Uang kotor itu disembunyikan lewat puluhan rekening nominee. Mulai dari office boy, cleaning service, kerabat miskin, bahkan rekening abal-abal yang sengaja dibeli. Ada kode rahasia “malaikat” untuk jatah pejabat tinggi. Setiap hari Jumat, si Wakil Menteri yang pura-pura suci ini rutin menikmati Rp100 juta sebagai “rezeki” mingguan. Rezeki dari air mata dan penderitaan orang-orang yang cuma ingin tinggal sah di negeri ini. Dasar iblis berjas! Kamu bukan manusia, Silmy. Kamu adalah kanker yang menggerogoti tubuh republik ini dari dalam.

Lihatlah hasil jarahanmu. Saat KPK menggeledah rumah mewahnya di Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selama lima jam penuh, mereka menemukan 2 mobil sport mewah termasuk Porsche 2 pintu merah-abu yang pasti dibeli dari keringat korban pungli, 10 unit sepeda motor meliputi Harley-Davidson gagah dan moge-moge lainnya, 7 sepeda yang entah buat pamer atau olahraga sombong, tumpukan uang tunai dalam Rupiah, Dolar AS, Euro, Yen Jepang, plus perhiasan berkilauan yang bikin mual. Semua disita! Itu baru dari satu rumah. Berapa banyak lagi harta haram yang disembunyikan di lubang-lubang lain? Sementara rakyat kecil antre berjam-jam hanya untuk paspor, si Silmy tertawa puas sambil menghitung recehan dari penderitaan orang.

Yang paling memuakkan, sandiwara busuk Menteri Agus Andrianto yang dengan muka tembok tebal mengaku “tidak tahu apa-apa”. Wahai menteri sok malaikat! Praktik “setiap klik ada harganya” ini sudah jadi rahasia umum di imigrasi bertahun-tahun, tapi kamu pura-pura tuli buta? Menko Yusril saja sering mendapat laporan, tapi baru sekarang diusut. Omong kosong besar! Kalau benar tidak tahu, berarti kalian semua adalah sekumpulan idiot atau pengecut yang sengaja melindungi sesama perampok negara.

Silmy Karim, kamu sampah masyarakat paling rendah! Hidup mewah dari uang haram, mencoreng citra Indonesia, menjadikan imigrasi sebagai sarang penyamun. Kamu pantas diinjak-injak, dicaci maki habis-habisan, dan dijebloskan ke penjara paling kotor supaya merasakan sendiri neraka yang kamu ciptakan bagi rakyat. Rakyat sudah muak setengah mati dengan pejabat tamak seperti kamu. Muak dengan Porsche dan Harley yang dibeli dari pungli. Muak dengan sandiwara “tidak tahu”. Muak melihat negeri ini terus dirusak oleh manusia-manusia seperti Silmy Karim.

KPK, bongkar semuanya sampai ke tulang! Jangan ada ampun bagi bajingan ini. Karena kalau dia masih bisa bernapas bebas, berarti Indonesia sudah benar-benar bangkrut dan mati.

“Bang, sabar. Dunia penuh sandiwaran. Ngopi, yok!”

“Kesal kali aku, wak. Untung Timnas menang tadi malam.” (*)

Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed