Surabaya, Media Kalbar – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12). Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, serta dihadiri jajaran Direksi PTPN Holding (Persero). Rapat koordinasi ini turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Panglima Kodam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta Kepala Daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Rapat koordinasi bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN perkebunan dalam percepatan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di ambang pencapaian sejarah baru dalam swasembada pangan nasional. Ia menyampaikan optimisme bahwa target swasembada dapat dicapai jauh lebih cepat dari proyeksi awal.
“Jika tidak ada aral melintang, minggu depan kita bisa menyatakan Indonesia swasembada. Ini prestasi tercepat yang pernah kita raih. Dari yang semula diproyeksikan membutuhkan waktu empat tahun, kini berpotensi tercapai hanya dalam waktu satu tahun,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman.
Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa percepatan swasembada gula nasional dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada perluasan lahan dan percepatan penanaman tebu, terutama di Jawa Timur sebagai basis utama industri gula nasional.
“Percepatan ini kita lakukan step by step melalui perluasan areal dan akselerasi tanam tebu. Jawa Timur menjadi fokus utama karena mayoritas pabrik gula berada di wilayah ini, sehingga menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional,” ujar Abdul Roni Angkat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menegaskan kesiapan PT SGN dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan sisi hulu dan hilir industri gula.
“Kami menyiapkan program revitalisasi dan peningkatan kapasitas pabrik gula yang saat ini rata-rata masih di kisaran 70 persen. Untuk mendukung tambahan produksi tebu, PT SGN menyiapkan investasi sekitar Rp. 800 miliar guna menghilangkan bottleneck dan mengoptimalkan kinerja 24 pabrik gula,” kata Mahmudi.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan industri gula nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus menjadi fondasi menuju swasembada pangan dan gula nasional yang berkelanjutan.
Mengenai PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) :
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula. Perusahaan didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional.
Perusahaan mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara yang tersebar dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas Perusahaan. (Mbis/MK)











Comment