Sambas, Media Kalbar – Semangat nasionalisme bergelora di beranda depan Indonesia. Sebanyak 180 peserta mengarak bendera Merah Putih raksasa berukuran 8 x 17 meter di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2026).
Kirab tersebut berlangsung di kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Bendera raksasa selanjutnya dipasang di puncak Bukit Tempayan, sementara 1.000 bendera Merah Putih menghiasi jalur utama menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak 29 Juli 2026. Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan (APPP) bersama masyarakat bergotong royong membersihkan jalur kirab dan menyiapkan tiang bendera.
Mereka juga memasang bendera di sejumlah titik strategis sepanjang kurang lebih tiga kilometer menuju PLBN Aruk.
Pengadaan satu bendera raksasa dan 1.000 bendera Merah Putih didukung Satuan Tugas Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, aparat intelijen wilayah, serta Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani.
Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Camat Sajingan Besar Yusak Sutomo. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sambas, Edi, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai elemen dalam menjaga identitas dan semangat kebangsaan di kawasan perbatasan.
Kirab melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Satgas Pamtas, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, perangkat PLBN Aruk, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, serta warga setempat.
Setelah apel, peserta bersama-sama membentangkan dan mengarak bendera raksasa menuju Bukit Tempayan. Medan perbukitan yang cukup menantang tidak menyurutkan semangat peserta untuk membawa simbol negara tersebut menuju puncak.
Ketua APPP Sajingan Besar, Heru, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan APPP bersama Tim 8/Aruk Satgas Citarum Bais TNI, Satgas SGI Kodam XII/Tanjungpura, Tim Intel Korem 121/Alambhana Wanawai, Unit Kodim 1208/Sambas, SSK I Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani, CIQS PLBN Aruk, Kesbangpol Sambas, serta Forkopimcam Sajingan Besar.
Menurut Heru, pemilihan Bukit Tempayan sebagai lokasi pemasangan bendera memiliki makna filosofis. Dari kawasan perbukitan di garis perbatasan tersebut, Merah Putih dapat terlihat berkibar sebagai penanda kedaulatan sekaligus kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.
Selain bendera raksasa, sebanyak 700 bendera dipasang serentak di sepanjang jalur menuju PLBN Aruk. Sebanyak 300 bendera berukuran kecil juga dibagikan secara gratis kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas.
Kirab Merah Putih ini tidak hanya menjadi rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan posisi Sajingan Besar sebagai wajah Indonesia di garis depan perbatasan negara.
Dari Bukit Tempayan hingga jalur menuju PLBN Aruk, ribuan Merah Putih menjadi pesan tegas bahwa nasionalisme masyarakat di tapal batas tetap kokoh dan terus berkibar.(Rai)











Comment