PUTUSSIBAU, Media Kalbar
Masih menjadi pertanyaan bahkan sebuah misteri hilangnya dua buah meriam bersejarah peninggalan Kolonial Belanda semasa menduduki Kota Putussibau .
Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Kapuas Hulu yang baru disebut dengan Kantor Pelayanan Satu Atap ( SATAP ) menyisakan pertanyaan besar ditengah tengah masyarakat.
Karena setelah selesainya pembangunan Kantor Bupati tersebut , dua meriam bersejarah peninggalan Kolonial Belanda itu hilang dan tidak terlihat lagi .
Nara sumber menyebutkan , semenjak saya masih sekolah sampai selesai kuliah dulu , dua meriam itu masih terpajang dan ada dihalaman Kantor Bupati Kapuas Hulu yang lama. Tetapi setelah Kantor Bupati Kapuas Hulu ini dibangun baru, saya pun bertanya tanya dan terkejut tidak melihat dua buah meriam itu, kata warga Putussibau
Dua meriam bersejarah tersebut bertuliskan VOC , yang mana menjadi saksi dan bukti sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia itu bisa diingat oleh generasi penerus bangsa , bahwa Kolonial Belanda pernah menjajah dan menduduki Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu pada masa itu.
Sejatinya dua meriam itu adalah benda bersejarah sebagai aset nasional , juga sebagai cagar budaya wajib untuk dilestarikan, dirawat maupun dijaga , dan juga sebagai edukasi, literasi kepada generasi bangsa khusunya di Kabupaten Kapuas Hulu , sehingga generasi bangsa tidak lupa serta mengetahui bahwa Kota Putussibau pernah dijajah oleh Kolonial Belanda.
Bahkan Presiden Prabowo belum lama ini melalui diplomasi berhasil membawa pulang ke Indonesia barang barang bersejarah yang ada di meseum Belanda . Ini membuktikan bahwa Pemerintah yakni Presiden Prabowo cinta dan sangat menghargai sejarah dari perjuangan pahlawan masa dulu
Dengan hilangnya dua buah meriam bersejarah peninggalan Kolonial Belanda yang tidak pernah terlihat lagi di Kantor Bupati baru itu, menjadi persoalan yang serius serta menjadi konsumsi publik .
Publik masih terus bertanya tanya kemana hilangnya dua meriam bersejarah tersebut ( Icg )







Comment