Bengkayang, Media Kalbar
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkayang bersama Polres Bengkayang Polda Kalbar melaksanakan kegiatan penghitungan ubinan lahan jagung di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui koefisien hasil produksi jagung dalam satuan ton per hektare sebagai dasar data produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Bengkayang.
Penghitungan ubinan dilakukan oleh tim BPS Kabupaten Bengkayang dengan didampingi personel Polres Bengkayang, di antaranya AKP Andri Supriyanto, Kapolsek Sanggau Ledo IPTU Selamet Widodo, Bhabinkamtibmas Desa Lembang, serta pemilik lahan, Sukadi.
Kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi lahan jagung yang akan dijadikan objek penghitungan, dilanjutkan dengan penentuan dan pemasangan batas sampel ubinan, kemudian dilakukan pengambilan sampel pada dua titik lahan milik petani Sukadi.
Berdasarkan hasil penghitungan pada dua plot sampel seluas masing-masing dua hektare yang ditanami benih jagung hibrida NK Perkasa sejak 26 Februari 2026, diperoleh rata-rata hasil ubinan berupa tongkol kering panen sebesar 20,51 ton per hektare dan produksi jagung pipilan kering mencapai 11,47 ton per hektare.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan penghitungan ubinan merupakan langkah penting untuk memperoleh data produktivitas jagung yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penghitungan ubinan yang dilakukan bersama BPS ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung di Kabupaten Bengkayang,” ujar AKBP Syahirul Awab.
Ia menambahkan, Polres Bengkayang akan terus mendukung berbagai program pemerintah di sektor pertanian melalui pendampingan kepada petani, pengawasan distribusi hasil panen, hingga kolaborasi dengan instansi terkait guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Hasil ubinan yang mencapai 11,47 ton jagung pipilan kering per hektare tersebut menunjukkan potensi produktivitas jagung yang cukup tinggi di Kecamatan Sanggau Ledo dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya pertanian di wilayah Bengkayang. (Hms/MK)










Comment