by

Polemik Tumpukan Sampah Simpang Tiga Sungai Ukoi, Sebastian Jaba: Instansi Terkait Tidak Profesional Dalam Bekerja

SINTANG, MEDIA KALBAR- Polemik sampah di Tempat Pembuangan Sementara yang ada di Simpang Pinoh menuai kritik keras dari warga sekitar lingkungan tersebut. Hasil pantauan awak media ini pada Senin sore, pukul 16.30 wiba (15/11/2021) tumpukan sampah ini sudah tidak terkendali lagi pada tempat yang selayaknya dijadikan TPS dan semestinya sudah berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemandangan dan mengeluarkan aroma yang tak sedap sudah terasa sampai menembus 50 Meter dari Tempat Pembuangan Sampah tersebut.
Hal ini tentu sangat mengganggu semua aktifitas kalangan bangunan yang berada sekitar lokasi TPS. Banyak sekali bangunan yang aktif beraktifitas sekitarnya seperti, Polsek Sungai Tebelian, Kantor SKB Sintang, Alfamart, Indomaret, Bank BNI, Deler Motor Yamaha dan sejumlah ruko yang masing-masing beraktifitas sebagai penjual makanan dan minuman. Sungguh suatu hal pemandangan lingkungan yang sangat kumuh dan kumal.
Untuk menyikapi masalah ini awak media mendatangi Kepala Desa Sungai Ukoi Sebastian Jaba di kediamannya langsung, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu Dusun Simpang Tiga yang masih merupakan dibawah naungan Pemerintahan Desa yang ia pimpin guna mengklarifikasi permasalahan sampah tersebut.
Ketika di tanya problem sampah sontak Kades mengatakan,”Terkait sampah besok jika tidak ada halangan kami akan laksanakan eksekusi, kesepakatan ini hasil dari beberapa pendapat dari pertemuan kami tadi sore dengan berbagai lapisan masyarakat.
Dikatakannya lebih lanjut,”Saya anggap selama ini Dinas terkait yang khusus menangani masalah ini tidak profesional dan lalai dalam pekerjaannya, jadi kalau ada oknum dan pihak tertentu menanyakan kepada Pemdes “Mengapa sampah itu ditelantarkan?” Sebenarnya itu bukan wewenang Desa dan bukan membindangi hal itu, nah..ini akibat tidak profesional instansi terkait yang membidangi sampah itu.
Tentunya selain masyarakat sekitar selaku Pemerintah Desa setempat akan merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang tidak diurus ditambah kinerja isntansi terkait mengapa sampah ditelantarkan dan dibiarkan.
“Kita akan adakan eksekusi besok atau lusa paling lamalah tempat kita bersihkan,setelah itu kita tutup. Kemudian masyarakat kita minta swadaya lagi karena kita tidak mau tumpukan-tumpukan sampah ini yang terjadi seperti ini,” ucap Jaba.
Kembali ke masalah Tanah Pemda Sebastian Jaba menerangkan,”Masalah itu tanah Pemda tidak ada kaitannya,kebetulan aja tempat itu dipasang di situ pada masa Desa Sungai Ukoi menjadi Kota kami memang tidak menemukan titik TPS akhirnya dipasang aja di situ kebetulan itu Tanah Pemda.
Ketika dikonfirmasi masalah Sintang masih dalam suasana banjir apakah salah satu faktor sampah tersebut tidak diangkut oleh Instansi terkait Sebastian Jaba menegaskan,”Tidak ada..,Banjir itu bukan alasan karena akses dari Simpang Pinoh hingga TPA sampai dengan saat ini saya bicara baik-baik saja tidak ada perjalanan yang menghambat dari TPS ke TPA akibat banjir dan permasalahan bukan hanya kali ini teman-teman media juga sudah mengetahui bahwa ini sudah berkali-kali sampah ditelantarkan.
Sebastian Jaba juga menghimbau dan minta kepada masyarakat Dusun Simpang Tiga Sungai Ukoi untuk melakukan pengolahan secara swadaya terhadap sampah tersebut,apakah melalui di bakar jika sampah yang sedikit atau membawa langsung ke pembuangan akhir yang ada di Balai Agung. Kemudian untuk Retribusi saya minta khusus Simpang Tiga untuk di stop aja dan mungkin ke depannya Desa akan ambil alih pengolahan sampah tersebut. (Martin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed