PONTIANAK, Media Kalbar – Ketua Umum Relawan Lasarus (RELLA) Kalbar, Iin Irwansyah, mendesak PLN untuk jujur dan terbuka menjelaskan akar masalah pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Iin, dampak pemadaman saat ini diprediksi akan terasa hingga 2 minggu ke depan. Bahkan ada kekhawatiran pemadaman akan berlanjut sampai September mendatang.
“Cerita pemadaman karena maintenance bukan hal baru. Dulu durasinya paling lama 2 jam dan sebulan sekali. Tapi sekarang beda, 5 sampai 6 jam bahkan lebih, terjadi setiap hari dan hampir seluruh wilayah,” ungkap Iin kepada Media Kalbar, Sabtu 4 Juli 2026.
RS, Mall, dan Hotel Terdampak Paling Berat
Iin menyebut pihak yang paling merasakan dampak adalah rumah sakit, mall, hotel, dan fasilitas perdagangan.
Ia mencontohkan, untuk menyalakan genset berkapasitas besar selama 1 jam, rumah sakit bisa menghabiskan solar setengah ton. Jika padam 6 jam, maka kebutuhan bisa mencapai 3 ton per hari.
“Mereka harus membeli bahan bakar solar dengan harga industri. Karena pemadaman hampir tiap hari, otomatis mereka wajib tiap hari memasok solar dari Pertamina. Dampaknya solar juga akan jadi langka karena kebutuhan meningkat drastis,” jelasnya.
Ia khawatir jika kondisi ini berlangsung lama, biaya operasional rumah sakit naik sehingga berdampak pada mahalnya biaya rawat inap yang ditanggung pasien.
Begitu juga mall dan pabrik. “Mungkin mall akan memilih tutup lebih awal saat mati lampu atau mengurangi karyawan demi menutupi cost pembelian solar untuk genset,” ujarnya.
Desak Pemerintah dan PLN Beri Solusi
Iin meminta pemerintah segera hadir memberikan solusi cepat. Ia juga mendesak PLN agar terbuka terkait penyebab sebenarnya pemadaman.
“Kita berharap pihak PLN jujur dan terbuka akan apa masalah yang sebenarnya terjadi terhadap pemadaman ini. Apakah benar karena maintenance yang butuh perawatan, atau karena stok bahan baku untuk operasional memang tidak ada,” pungkasnya. (Amad)











Comment