Sambas, Media Kalbar — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sambas terus mengalami percepatan, meski dihadapkan pada tantangan utama berupa kekurangan tenaga ahli gizi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas, Dzaki, SH, mengungkapkan saat ini terdapat 55 dapur SPPG, dengan 46 sudah beroperasi, satu sempat dihentikan sementara, dan sisanya masih menunggu jadwal berjalan.
“Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah mencari ahli gizi. Profesi ini sudah menjadi rebutan dan mengalami kelangkaan,” ujar Dzaki, Jumat(27/3/2026)pada saat menghadiri rapat koordinasi MBG di aula Bupati Sambas
Untuk mengatasi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan kebijakan baru yang memperbolehkan posisi ahli gizi diisi oleh lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) maupun Teknologi Pangan.
“Maka dari itu, kami mengajak seluruh sarjana Gizi, Kesehatan Masyarakat, dan Teknologi Pangan untuk bergabung dalam Program Makan Bergizi di Kabupaten Sambas” katanya.
Dzaki juga menyebutkan bahwa program MBG kini mulai menjangkau wilayah yang sebelumnya belum tersentuh, seperti Selakau Timur, Sajat, dan Subah. Per 26 Maret, masing-masing kecamatan tersebut telah memiliki satu dapur MBG.
Dari sisi capaian, program ini telah menjangkau 106.574 penerima manfaat dengan tingkat penyerapan sekitar 65,2 persen. Ia berharap cakupan tersebut dapat segera meningkat hingga seluruh sasaran terpenuhi.
Selain memberikan manfaat gizi, program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Hingga saat ini, sebanyak 2.015 tenaga kerja telah terserap dari operasional 55 dapur.
“Ke depan masih akan ada penambahan sekitar 30 dapur lagi, sehingga peluang kerja juga akan semakin besar,” ujar Dzaki.
Ia menegaskan bahwa selain percepatan operasional, aspek kualitas dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, Kabupaten Sambas tercatat masih zero kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG.(Rai)








Comment