Sambas, MEDIA KALBAR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas mencatat peningkatan luas baku sawah (LBS) pada tahun 2026 menjadi 45.044,34 hektare. Angka tersebut naik sekitar 1.530,05 hektare dibanding data sebelumnya yang berada di kisaran 43.514,29 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, M Syafaat, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bertambahnya kawasan sawah yang masuk dalam data lahan baku pertanian daerah.
“Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan luas baku sawah dibanding data sebelumnya,” kata M Syafaat, Selasa, 12 Mei 2026.
Selain luas sawah, produksi gabah di Kabupaten Sambas juga mengalami peningkatan. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2024 tercatat sebesar 195.232,60 ton dan naik menjadi 205.501 ton pada 2025.
Sementara luas panen padi tahun 2024 tercatat 64.122,355 hektare dan meningkat menjadi 68.422 hektare pada 2025.
Distan Sambas mencatat sejumlah wilayah masih menjadi sentra utama produksi padi, di antaranya Kecamatan Selakau, Selakau Timur, Pemangkat, Semparuk, Tebas, Jawai Selatan, dan Paloh.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat tantangan berupa alih fungsi lahan, perubahan kondisi lingkungan, serta sawah yang tidak lagi digarap akibat intrusi air.(Rai)











Comment