by

Setelah Di Sintang, Masalah Kredit Macet Bank Kalbar Akankah Terjadi Kembali Di Singkawang Dan Kubu Raya ?, Ini Masalahnya

Pontianak, Media Kalbar

Setelah beberapa bulan lalu terjadi dugaan korupsi pada KMKB Bank Kalbar Cabang Singkawang yang diungkap Kejati Kalbar, baru-baru ini juga terjadi di Bank Kalbar Cabang Sintang diungkap oleh Kejari Sintang,  akankah hal ini akan terjadi di Cabang Singkawang dan juga berpotensi juga di Bank Kalbar Cabang Kubu Raya?. Berikut penelusuran dan investigasi tim media

Bank Kalbar dengan Slogannya “Bank Punye Kite” kembali dinilai teledor dalam penyaluran kreditnya kepada masyarakat. Setelah muncul polemik sengkarut dalam penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 6 Milyar pada Bank Kalbar cabang singkawang kepada salah seorang kontraktor singkawang berinisial E yang terkait dengan permasalahan hukum kasus Proyek Renovasi Waterfront sambas. Kini permasalahan serupa juga terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyar (KUR) kepada salah seorang yang mengaku kontraktor di pontianak berinisial T.

Berbekal kedekatannya dengan pihak penguasa dan masih keluarga mantan pejabat yang bersangkutan dapat meminjam KUR kepada Bank Kalbar di Kubu Raya dan Singkawang masing masing sebesar 1 milyar rupiah dengan total 2 milyar rupiah pada tahun 2023 lalu yang dikabarkan untuk modal usaha. Namun setelah berjalannya waktu kredit usaha rakyat dengan satu pinjaman sebesar 500 juta tersebut belum pernah dibayar sama sekali. Pihak Bank Kalbar kubu raya sudah berulang kali memghubungi atau pun mengirim pesan penagihan ataupun surat namun tidak pernah di tanggapi.

Hasil investigasi Media Kalbar, saudara T ternyata tidak sendiri dalam melakukan pinjaman tapi bersama sudaranya berinial B dengan jaminan usaha Angkutan Pupuk.

Dinilai tanpa melakukan analisis kredit yang benar, pihak Bank Kalbar pun mencairkan kredit usaha rakyat (KUR) tersebut yang kemudian ternyata usaha yang dijaminkan fihak kreditur yang mengaku sebagai kontraktor tersebut ternyata fiktik alias bodong.

Pihak Bank Kalbar Kubu Raya yang di hubungi wartawan untuk menanyakan perihal kredit usaha fiktik tersebut mengaku pusing dengan masalah ini karena krediturnya tak menunjukan niat baik untuk membayar. Bahkan terkesan lari dari tanggung jawab. Mungkin dia merasa Bank Kalbar Bank Punye Kite kali kata salah seorang Pihak Bank kalbar Kubu Raya yang minta namanya tak usah di sebutkan.

Bank Kalbar terkesan menutup rapat-rapat informasi soal Kredit bermasalah untuk kegiatan proyek ini. Diduga ada campur tangan orang berpengaruh yang bisa menekan Bank Kalbar mencairkan kredit walaupun sebenarnya tidak layak diberikan. Ketika di konfirmasi persoalan kredit bermasalah ini, Direktur Utama Bank Kalbar mengaku belum ada melaporkan masalah ini ke aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kejaksaan.

Kini pihak Bank Kalbar berupaya mencari dan mendata aset-aset yang menjadi milik kreditur KMK dan KUR tersebut.Jika memang upaya-upaya persuasif tidak bisa berhasil maka bisa dilakukan upaya penyitaan aset. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed