SAMBAS, Media Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan kembali mengancam kawasan konservasi di Kabupaten Sambas. Sekitar empat hektare lahan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Dusun Mekar, Desa Nibung, Kecamatan Paloh, dilalap si jago merah, Kamis (3/9/2026).
Tim gabungan harus berjibaku selama kurang lebih enam jam, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, untuk menjinakkan api dan mencegahnya merambat semakin luas.
Personel yang diterjunkan berasal dari Polsek Paloh, Koramil Paloh, Intel Kodim 1208/Sambas, Kompi Senapan A/GTY 645, TNI BKO Yon TP 893, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Nibung, BKSDA Resort Paloh, serta masyarakat setempat.
Plt. Kapolsek Paloh AKP Hendri melalui Ps. Kasihumas Polsek Paloh Bripka Bong Rafyanto Wijaya mengatakan, petugas segera melakukan pengecekan dan pemadaman setelah menerima informasi mengenai kemunculan titik api di kawasan tersebut.
“Tim melakukan pemadaman menggunakan dua unit mesin pompa, satu alat semprot, serta peralatan manual berupa ranting pohon. Upaya ini dilakukan untuk memastikan api dan bara yang masih tersisa benar-benar padam,” ujar Bripka Bong.
Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran, sedangkan cuaca panas dan tiupan angin kencang mempercepat pergerakan api. Hamparan ilalang serta tumpukan kayu kering juga membuat bara berpotensi kembali menyala.
Meski api akhirnya berhasil dikendalikan, sejumlah pertanyaan masih belum terjawab. Hingga kini, pemilik atau pihak yang menguasai lahan belum diketahui. Penyebab kebakaran yang menghanguskan sekitar empat hektare kawasan TWA tersebut juga masih dalam penyelidikan.
Petugas tetap berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan.
Terbakarnya kawasan Taman Wisata Alam di Paloh menjadi alarm serius bagi perlindungan kawasan konservasi. Di tengah cuaca panas, minimnya sumber air, dan banyaknya material kering, sedikit bara dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak segera ditangani. (Rai)









Comment