by

Tiba-tiba Nanik Mundur Dari BGN, Alasan Sakit Jantung

Lagi asyik makan bubur ayam, kawan share berita. Nanik Kepala BGN nyatakan mundur. Wow, kaget juga, hampir muncrat. Episode drama BGN hadir kembali, lupa sudah seri keberapa. Mundurnya Nanik, BGN dengan produknya MBG bakal hangat lagi. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Rabu, 22 Juli 2026, Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri sebagai Kepala BGN. Masa jabatannya? Cuma 44 hari. Bahkan mie instan yang lupa dimakan mungkin lebih lama nongkrong di lemari dari beliau di kursi kepala BGN.

Alasan resminya mulia. Jantung. Harus berobat ke luar negeri. Lewat Facebook, Nanik menulis pamitan kepada Presiden Prabowo dengan nada membuat netizen mendadak berubah profesi. Lima menit kemudian, Indonesia mendadak memiliki jutaan dokter spesialis jantung, analis politik, ahli bahasa tubuh, paranormal, hingga detektif swasta lulusan Universitas Penggosip Nusantara.

“Jantungnya sakit atau jantung pemerintahan yang lagi berdebar?” Begitulah teori bermunculan. Tentu itu cuma bumbu satire. Fakta resminya tetap satu, beliau mundur untuk menjalani pengobatan.

Masalahnya, publik telanjur curiga karena BGN belakangan lebih sering menyajikan drama dari menu bergizi. Kepala sebelumnya, Dadan Hindayana, lebih dulu tersandung kasus korupsi motor listrik. Penonton baru selesai mengusap air mata sekaligus menahan tawa, eh… muncul episode baru berjudul “Kepala Baru, Mundur Dulu.”

Yang bikin netizen makin garuk-garuk kepala, Presiden Prabowo menerima pengunduran diri itu, tetapi sekaligus meminta Nanik menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN. Netizen langsung gagal paham. “Ini mundur atau geser meja?” “Keluar ruangan, belok kanan, masuk lagi.” “Resign rasa mutasi.”

Sementara rakyat masih sibuk membuat meme, Istana malah menambah pemain baru. Presiden melantik lima pengurus BGN, yaitu Dr. Lili Khamiliyah, dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, Zainuri, Dr. Mariman Darto, dan Dr. Ketut Sumedana. Misi mereka terdengar gagah: memperkuat tata kelola dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Begitu nama-nama itu diumumkan, netizen kembali bekerja lembur. “Wah, season baru.” “Semoga ini bukan cameo.” “Jangan sampai episode berikutnya judulnya ‘Lagu Baru, Kaset Lama’.”

Belum selesai memperkenalkan pemain tambahan, muncul lagi kejutan. Anggaran MBG tahun 2027 dipastikan ikut diet. Dari sekitar Rp270,2 triliun, anggarannya dipangkas menjadi sekitar Rp174–175 triliun. Pemerintah menjelaskan pemotongan dilakukan karena penataan ulang penerima manfaat dan efisiensi distribusi agar program lebih tepat sasaran.

Kalau diterjemahkan ke bahasa netizen, langsung muncul pertanyaan liar. “Program makan bergizi kok yang pertama diet malah anggarannya?” “Ini efisiensi atau omprengannya dipotong jadi setengah?”

Tentu itu hanya guyonan. Penjelasan resmi pemerintah tetap menyebut pengurangan dilakukan agar program lebih efektif.

Drama belum selesai. DPR sebelumnya juga ikut mengangkat alis saat RDP karena Nanik tidak hadir akibat sakit dan diwakili Agustina Arumsari. Mereka meminta semua kebijakan MBG jangan cuma disampaikan dari mulut ke mulut. Bikin aturan tertulis yang jelas, supaya negara ini tidak dikelola seperti grup keluarga yang isinya cuma pesan, “Mohon diperhatikan.”

Lalu muncul angka bikin kepala ikut membutuhkan vitamin. Serapan anggaran BGN tahun 2025 hanya sekitar Rp51,5 triliun dari pagu Rp85,2 triliun, sekitar 60 persen. Ajaibnya, tetap mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Netizen pun menatap langit-langit rumah sambil bertanya, “Ini matematika model apa?”

Di balik semua itu, ada satu cerita justru terasa seperti hilang dari layar. Kasus dugaan korupsi BGN mendadak mandek pasca tragedi Brankas Cipete. Publik tadinya menunggu episode penangkapan berikutnya kini malah seperti menunggu film yang tombol pause-nya lupa ditekan.

Sampai saat ini, Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono, dan Glory Harimas Sihombing. Kejagung masih di masa Febrie ada menyebut 47 nama yang akan diperiksa lebih lanjut. Sekarang, senyap.

Kini BGN punya pengurus baru, pengawas baru, anggaran baru, dan semangat baru. Yang belum baru cuma rasa penasaran rakyat.

Karena di negeri ini, setiap pejabat berkata, “Tenang, semua terkendali,” biasanya rakyat langsung bersiap membeli Koptagul. Siapa tahu besok pagi muncul lagi episode berikutnya. Di republik ini, yang benar-benar bergizi bukan cuma program makannya, tetapi juga kadar dramanya. (*)

Penulis: Rosadi Jamani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed