by

Tokoh Pemuda Dayak Noven Honarius Ajak Masyarakat Tak Rayakan HUT RI ke-81

Pontianak, Media Kalbar

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tokoh pemuda asal suku Dayak, Noven Honarius, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak merayakan momen tersebut. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih selama delapan puluh satu tahun ini belum terasa nyata bagi sebagian besar rakyat, khususnya yang tinggal di luar Pulau Jawa.

Dalam pernyataannya, Noven menilai kemerdekaan yang dirayakan selama ini hanya sebatas nama, namun pada kenyataannya masih terdapat bentuk penjajahan yang dilakukan oleh pihak sendiri. Hal itu terlihat dari ketimpangan pembangunan dan kesejahteraan antara masyarakat di Pulau Jawa dengan daerah lainnya.

“81 tahun Indonesia merdeka hanya mengatasnamakan kepentingan rakyat dan negara, namun penjajah sesungguhnya masih ada. Hal ini terbukti dengan penderitaan rakyat di luar Pulau Jawa, sementara segala kekayaan alam daerah justru dinikmati oleh pemerintah pusat,” ujar Noven di Pontianak, Sabtu (1/8/2026).

Ia menambahkan, masyarakat di banyak daerah masih hidup dalam keterbatasan: akses jalan yang buruk, pasokan listrik yang belum merata, serta terbebani tingginya inflasi. Padahal, lanjutnya, sebagian besar sumber daya yang menjadi penyokong perekonomian negara berasal dari daerah-daerah tersebut.

Menurut Noven, perayaan kemerdekaan tidak lagi relevan jika rakyat belum benar-benar merasakan kebebasan dan kesejahteraan yang hakiki. Ia juga mempertanyakan integritas para pemimpin yang ada saat ini.

“Kita tidak perlu lagi merayakan HUT RI ke-81, karena selama ini rakyat belum menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Sampai saat ini kita masih hidup tanpa listrik, sinyal dan fasilitas transportasi. Kita hanya disuguhi kesedihan yang disembunyikan dan senyum manis para pemimpin di atas penderitaan rakyat. Saat ini, para pemimpin kita sudah tidak lagi layak untuk dipercaya,” tegasnya.

Lebih jauh, Noven memberikan peringatan kepada pemerintah pusat bahwa rakyat mulai bangkit untuk menyuarakan aspirasi mereka. Ia bahkan menyampaikan klaim bahwa akan ada pernyataan kemerdekaan baru menjelang tanggal 17 Agustus, serta meyakini bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar dalam waktu dekat.

“Saya peringatkan kepada pemerintah Indonesia, sudah saatnya rakyat bersuara. Akan ada kemerdekaan lain yang muncul menjelang 17 Agustus, dan saya pastikan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar dalam waktu dekat,” tutup Noven. (Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed