Pontianak, Media Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mencakup sekitar 38,3 ribu hektare sepanjang Januari–Juli 2026. Sekitar 82 persen dari luas lahan terbakar tersebut berada di empat kabupaten, yakni Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, dan Kayong Utara.
Angka tersebut tercantum dalam bahan informasi BPBD Kalimantan Barat yang mengacu pada data SiPongi, dengan sebaran lahan terbakar di 14 kabupaten/kota.
Berdasarkan laporan Daniel, S.Pd., S.E., Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) sekaligus Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar.
Kabupaten Ketapang mencatat luas lahan terbakar terbesar, mencapai 12.443,79 hektare. Luasan tersebut setara dengan hampir sepertiga dari keseluruhan lahan terbakar di Kalimantan Barat pada periode yang sama.
Di bawah Ketapang, Kabupaten Kubu Raya mencatat 8.614,31 hektare, disusul Kabupaten Mempawah sebesar 6.144,98 hektare dan Kabupaten Kayong Utara sebanyak 4.228,10 hektare.
Jika dijumlahkan, luas lahan terbakar di keempat kabupaten itu mencapai 31.431,18 hektare. Angka ini menunjukkan sebagian besar luasan karhutla dalam rekapitulasi tersebut terkonsentrasi di empat wilayah.
Sementara itu, Kabupaten Sambas berada pada urutan kelima dengan luas lahan terbakar sebesar 2.318,48 hektare. Berikutnya Kabupaten Bengkayang mencatat 1.596,15 hektare dan Kabupaten Landak sebesar 853,68 hektare.
Karhutla juga tercatat di Kabupaten Sanggau seluas 620,88 hektare, Kabupaten Kapuas Hulu 450,38 hektare, Kota Singkawang 377,76 hektare, serta Kota Pontianak 295,29 hektare.
Adapun Kabupaten Melawi mencatat luas lahan terbakar sebesar 172,21 hektare dan Kabupaten Sintang 139,98 hektare. Kabupaten Sekadau memiliki luasan terkecil dalam rekapitulasi tersebut, yakni 55,03 hektare.
Meski menunjukkan cakupan lahan terbakar di tingkat kabupaten/kota, dokumen tersebut belum merinci penyebab kebakaran, sebaran lokasi hingga tingkat desa, maupun perkembangan penanganan pada setiap lokasi.
Rekapitulasi ini terbatas pada periode Januari–Juli 2026. Angka tersebut merupakan luas lahan yang tercatat terbakar selama periode pelaporan, sehingga tidak menunjukkan luas kebakaran yang masih aktif ataupun tambahan kejadian setelah Juli 2026.(Rai)










Comment