by

Ancaman Mikroplastik di Destinasi Wisata, Dinkes Sambas Ingatkan Risiko Kesehatan dari Sampah Danau

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengingatkan bahwa tumpukan sampah plastik di kawasan wisata Danau Sebedang berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Risiko tersebut tidak hanya terbatas pada pencemaran visual, tetapi juga menyangkut kualitas air, penyebaran penyakit, hingga paparan mikroplastik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Probowa, MM menyatakan bahwa sampah plastik yang menumpuk di sekitar danau dapat mencemari air melalui proses pelapukan serta pencampuran dengan limbah lain.

“Air yang tercemar berisiko mengandung bakteri, parasit, dan zat kimia berbahaya. Ini menjadi masalah serius jika danau digunakan masyarakat untuk mandi, mencuci, atau sebagai sumber air baku,” kata Ganjar.Rabu(4/2/2025)

Ia menambahkan, plastik yang terpapar sinar matahari dan air dalam jangka panjang dapat terurai menjadi mikroplastik. Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui air maupun ikan yang berasal dari danau.

“Paparan mikroplastik secara terus-menerus dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang, meski belum selalu disadari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya serangga pembawa penyakit seperti nyamuk dan lalat. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit menular, terutama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi.

Dari sisi lingkungan, pencemaran sampah plastik disebut mengganggu ekosistem Danau Sebedang. Sampah yang mengapung di permukaan air dapat menghambat masuknya cahaya matahari dan menurunkan kualitas air, sehingga berdampak pada kehidupan biota air.

Dinas Kesehatan Sambas mendorong pengelolaan kebersihan kawasan wisata dilakukan lebih serius dan berkelanjutan, disertai edukasi kepada masyarakat serta pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Jika tidak ditangani sejak sekarang, dampaknya bisa meluas, baik terhadap kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan,” pungkasnya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed