by

Apakah Sumanto Masih Menunggu Respon PT GAM..?!

Landak, Media Kalbar

“Selama ini Sumanto selaku kontraktor dikenal berhubungan baik dengan PT GAM. Setelah PT GAM berganti Manager baru, sepertinya sudah tak menghiraukan Sumanto lagi. Tahun 2026 ini PT GAM seperti ibaratnya kacang lupa dengan kulitnya,”

Hal ini disampaikan oleh Ibrahim MYH NCW Kalimantan menanggapi kisruh antara Sumanto dengan PT GAM yang hingga kini belum selesai, Kamis (23/4) malam.

Sejak awal PT GAM membangun Perusahaan Perkebunan Sawit di Wilayah Pemukiman Masyarakat Dusun Perompong, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak tempat tinggal Sumanto. Pihak PT GAM sangat menjalin hubungan baik dengan Sumanto karena sangat dipercaya berkemampuan mengerjakan beberapa proyek di PT GAM berhasil dengan baik.

Selain itu, PT GAM sukses membangun Perkebunan Sawit seluas sekitar 2000 Ha di daerah Desa Tebedak berkat adanya dukungan oleh masyarakat setempat khususnya Sumanto yang telah menyerahkan tanah dan lahannya kepada PT GAM tanpa ada hambatan.

Maka oleh PT GAM, Sumanto selama ini dipercaya selalu kontraktor untuk melaksanakan pengerjaan beberapa proyek setiap tahunnya di Perusahaan Sawit PT GAM, karena Sumanto berkemampuan permodalannya sehingga proyek proyek yang dipercayakan kepadanya berhasil dengan baik.

Anehnya pihak PT GAM tahun 2026 ini sepertinya melupakan hubungan baik dengan Sumanto. Beberapa proyek tak diberikan lagi dengan Sumanto selaku kontraktor penduduk setempat.

Sumanto kecewa berat, sehingga memohon bantuan kepada Ibrahim Myh, NCW Investigator Wilayah Kalimantan yang secara kebetulan juga selaku Mantan Anggota DPRD Kabupaten Landak, agar pihak PT GAM semestinya mendaya gunakan Kontraktor Penduduk setempat khususnya kepada Sumanto yang memiliki andil menyukseskan PT GAM membangun Kebun Sawit di kampung halamannya.

Ibrahim Myh bersama Sumanto dan pihak keluarganya serta didamping oleh Aspandi Wartawan Mitra Bayangkara mendatangi Menejer PT GAM di Kantor Estate di Desa Tebedak pada tanggal 3 Pebruari 2026, ternyata Menejernya tak bisa dihubungi, kecuali hanya diterima oleh Humas PT GAM, namun tak membuahkan hasil.

Beberapa waktu kemudian, Semanto memagar lahannya dikarenakan Pihak PT GAM sudah tak mendaya gunakannya lagi.

Pada tanggal 22 April 2026, Sumanto memperkuat pagarnya lagi dengan dua lapis pagar, dikarenakan Pihak PT GAM tak ada respon sama sekali terhadap Sumanto.

Ada dugaan, mungkin Menenejer PT GAM yang baru sekarang ini tak kenal dengan Sumanto, sehingga beberapa proyek tahun 2026 diserahkan oleh manejer yang baru kepada pihak kontraktor dari luar..?!

Menurut Ibrahim Myh, Menejer PT GAM yang baru sekarang, semestinya meminta petunjuk kepada Menenejer yang lama tentang kemitraan dengan kontraktor dari penduduk setempat agar tak menggunakan kontraktor dari luar.

Mengenai terjadinya Sumanto melakukan pemagaran tanah dan lahannya yang kedua kalinya sekarang, Ibrahim Myh menyarankan kepada pihak PT GAM semestinya segera melakukukan pendekatan dengan baik kepada Sumanto agar permasalahanya tak berlarut larut dan jangan sampai terjadi diskriminasi antara Sumanto selaku masyarakat setempat dengan PT GAM demi terjalinnya kemitraan yang harmonis. (Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed