by

Dinkes Sambas Ungkap Kendala Imunisasi: SDM Terbatas, Penolakan Vaksin hingga Logistik

ambas, Media Kalbar – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi tahun 2026. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia di puskesmas. Dalam pelaksanaan program imunisasi, penanggung jawab program di puskesmas umumnya tidak hanya menangani satu tugas, tetapi juga merangkap tugas fungsional lainnya.

Kondisi ini membuat pelaksanaan program imunisasi belum sepenuhnya optimal. Terlebih, wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Sambas cukup luas dan membutuhkan jangkauan pelayanan yang merata hingga ke desa-desa.

Selain persoalan SDM, Dinas Kesehatan juga menyoroti masih kurangnya peran lintas sektor dalam membantu sosialisasi imunisasi kepada masyarakat. Selama ini, imunisasi masih sering dianggap sebagai tugas tenaga kesehatan semata, padahal keberhasilannya membutuhkan dukungan banyak pihak.

dr. Ganjar juga menyampaikan bahwa masih terdapat penolakan dari kelompok masyarakat tertentu terhadap vaksin. Penolakan itu dipengaruhi berbagai pandangan, mulai dari kekhawatiran terhadap vaksin hingga persoalan halal dan haram, meskipun Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa.

Kendala lain yang dihadapi adalah ketidakjelasan di tengah masyarakat apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Sebagian masyarakat masih bingung mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam penanganan atau pembiayaan apabila terjadi KIPI, sehingga hal ini ikut memengaruhi kepercayaan terhadap imunisasi.

Dinas Kesehatan juga mencatat persoalan logistik vaksin yang kerap mengalami keterlambatan. Keterlambatan pengadaan dan distribusi vaksin dari pemerintah pusat dapat berdampak langsung terhadap jadwal imunisasi anak di daerah.

Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda, OPD terkait, camat, Kementerian Agama, organisasi profesi, organisasi masyarakat, PKK, MUI, BIN, lembaga swadaya masyarakat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Sambas.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan peningkatan kompetensi petugas imunisasi melalui bimbingan teknis, on the job training, workshop, pembinaan, monitoring, dan evaluasi. Validasi data sasaran, capaian imunisasi, serta kebutuhan logistik vaksin dan bahan medis habis pakai juga terus diperkuat.

dr. Ganjar menegaskan, keberhasilan imunisasi di Kabupaten Sambas membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama lintas sektor, diharapkan capaian imunisasi dapat meningkat dan anak-anak Sambas terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed