SAMBAS, MEDIA KALBAR – Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas menegaskan pengawasan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah akan diperketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar, dijual, dan disembelih dalam kondisi sehat serta aman dikonsumsi masyarakat.
Sekretaris Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy, S.Pi., mengatakan jumlah hewan kurban yang akan disembelih tahun ini belum dapat dipastikan. Namun, pihaknya memperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
“Untuk jumlah hewan kurban yang akan disembelih tahun ini belum bisa kami pastikan. Namun perkiraan kami tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, sekitar 2.000 ekor sapi dan 1.500 ekor kambing,” kata Junihardy.
Menurut dia, DPPKH Sambas telah mulai melakukan pendataan stok hewan kurban di daerah. Berdasarkan data sementara, terdapat 1.107 ekor hewan kurban yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sambas.
Meski demikian, Junihardy memperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah. Sebab, menjelang Hari Raya Idul Adha, biasanya terdapat pemasukan hewan kurban dari luar Kabupaten Sambas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami memprediksi akan ada pemasukan hewan kurban dari luar Sambas menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi penyakit hewan, DPPKH Sambas juga telah menerbitkan surat imbauan kewaspadaan dan upaya pencegahan Penyakit Hewan Menular Strategis atau PHMS, termasuk penyakit yang berpotensi menular dari hewan ke manusia atau zoonosis. Surat tersebut ditujukan kepada petugas peternakan kecamatan agar pengawasan dilakukan sebelum dan sesudah Idul Adha.
Dinas juga akan menyebarkan leaflet tentang tata cara pemotongan hewan kurban dan penanganan daging yang baik. Edukasi tersebut dinilai penting agar panitia kurban dan masyarakat memahami prosedur penyembelihan yang benar, higienis, dan sesuai standar kesehatan.
Selain itu, sosialisasi juga telah dilakukan melalui media sosial. Materi yang disampaikan antara lain tentang cara pemotongan hewan kurban dan penanganan daging yang baik, termasuk merujuk pada kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh UGM serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat.
Junihardy menegaskan, pada hari pelaksanaan Idul Adha, petugas peternakan kecamatan akan turun langsung ke lapangan. Mereka akan melakukan pengawasan di wilayah kerja masing-masing, terutama pada titik-titik pemotongan hewan kurban.
“Pada Hari Raya Idul Adha, petugas peternakan kecamatan akan turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban di wilayah kerjanya masing-masing,” katanya.
Saat ini, jumlah petugas peternakan yang tersedia sebanyak 14 orang. Mereka akan bertugas mengawasi pelaksanaan kurban di 19 kecamatan se-Kabupaten Sambas.
Dengan jumlah petugas yang terbatas, DPPKH Sambas menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, mulai dari panitia kurban, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat. Pengawasan hewan kurban tidak boleh dianggap sekadar formalitas, melainkan bagian penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.
DPPKH Sambas menegaskan, hewan kurban harus sehat, layak potong, dan ditangani dengan baik. Pemeriksaan, kebersihan tempat pemotongan, serta penanganan daging harus menjadi perhatian utama agar pelaksanaan Idul Adha di Kabupaten Sambas berjalan aman, tertib, dan bebas dari risiko penyakit hewan menular.(Rai)











Comment