Kubu Raya, Media Kalbar
Warga yang melintas di perbatasan Jalan Parit Berkat dan Jalan Parit Sarem mengaku khawatir melihat kondisi pintu gerbang kawasan tersebut yang mengalami keretakan di sejumlah titik. Kerusakan itu diduga terjadi setelah ditabrak kendaraan roda empat yang mengangkut alat berat excavator pada 5 Januari 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kendaraan yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut bernomor polisi KB 8858 SA. Kendaraan itu disebut melintas dari arah Desa Punggur menuju Parit Sarem saat membawa alat berat excavator.
Akibat benturan tersebut, bagian konstruksi pintu gerbang mengalami retak pada beberapa titik. Warga yang setiap hari melintas mengaku khawatir apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa perbaikan karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
”Kami takut kalau sewaktu-waktu bangunan itu ambruk dan menimpa warga yang sedang melintas. Kondisinya sudah retak dan terlihat mengkhawatirkan,” ujar salah seorang warga.
Menurut keterangan Kepala Dusun III Desa Punggur Besar,Masdar persoalan tersebut telah beberapa kali dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor Desa Punggur Besar. Pertemuan tersebut bertujuan meminta pertanggungjawaban pihak yang diduga Harus bertanggung jawab atas kerusakan pintu gerbang.
”Bahkan sudah dibuat berita acara kesepakatan. Namun sampai sekarang belum ada realisasi maupun tindakan nyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Yang ada hanya janji-janji,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pihak berwenang, termasuk kepada Polres Kubu Raya melalui Paminal (Pengamanan Internal),dengan harapan ada tindak lanjut dan penyelesaian yang jelas.
Sementara itu, beredar informasi bahwa kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan seorang oknum anggota kepolisian berinisial PRWT yang beralamat di Jalan Tabrani Ahmad Komplek Perumahan Borobudur Blok B14, RT 004/RW 026, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat. Namun hingga berita ini diturunkan, media belum memperoleh keterangan maupun konfirmasi resmi dari yang bersangkutan.
Warga berharap pihak yang bertanggung jawab segera menunjukkan itikad baik dengan memperbaiki kerusakan yang terjadi agar tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat pengguna”(Tim/Mk)











Comment