by

GMNI Pontianak Desak Rekonsiliasi Total, Soroti Komitmen Persatuan di Kalbar

PONTIANAK, MEDIA KALBAR – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Pontianak mempertanyakan keseriusan implementasi hasil rekonsiliasi nasional organisasi yang telah disepakati dalam forum persatuan di Bali pada akhir 2025 lalu.

Arus bawah organisasi mahasiswa nasionalis itu kini mendorong agar seluruh elemen GMNI, khususnya di Kalimantan Barat, segera melaksanakan rekonsiliasi secara menyeluruh dan mengakhiri dualisme kepengurusan yang dinilai menghambat konsolidasi kader.

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Pontianak, Mahardhika, mengatakan semangat persatuan yang lahir dalam Rekonsiliasi DPP GMNI di Bali tidak boleh berhenti sebagai simbol politik organisasi semata.

“Persatuan yang digagas di Bali tahun 2025 bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan mandat moral bagi seluruh kader. Keberhasilan rekonsiliasi ini akan menjadi tolok ukur apakah GMNI mampu bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa yang modern tanpa kehilangan jati diri nasionalisnya,” kata Mahardhika, Kamis, 14 Mei 2026.

Rekonsiliasi yang berlangsung di Hotel Inna Bali Heritage, Denpasar, melahirkan kesepakatan kepemimpinan tunggal di bawah Muhammad Risyad Fahlefi sebagai Ketua Umum dan Patra Dewa sebagai Sekretaris Jenderal. Kesepakatan itu kemudian menjadi dasar tuntutan kader di berbagai daerah untuk mengakhiri fragmentasi internal organisasi.

Menurut Mahardhika, konflik berkepanjangan di tubuh GMNI membuat energi kader banyak tersita untuk persoalan internal. Akibatnya, organisasi dinilai kurang maksimal merespons berbagai persoalan kerakyatan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menyebut tantangan ideologis, persoalan sosial-ekonomi, hingga ancaman terhadap kaum Marhaen membutuhkan organisasi yang solid dan memiliki arah perjuangan yang sama.

Karena itu, DPC GMNI Pontianak mendesak DPD GMNI Kalimantan Barat segera menjalankan rekonsiliasi persatuan sebagaimana amanat hasil konsensus nasional di Bali.

“Sudah saatnya seluruh kader kembali dalam satu barisan perjuangan. Semangat persatuan harus diwujudkan nyata di daerah,” ujarnya

Mahardhika juga mengutip lirik Mars GMNI sebagai refleksi harapan kader terhadap masa depan organisasi. “Bersatulah segera, Marhaen pasti menang,” katanya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed