Pontianak, Media Kalbar
“Hutan di Kalbar masih luas, namun diyakini bisa berkurang jika tidak diawasi, apalagi potensi perusakan lingkungan dan hutan terutama pertambangan yang ada di perut bumi Kalbar. Maka tantangan pecinta dan penjaga hutan adalah berusaha semaksimal mungkin agar hutan tetap lestari,”
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan peringatan Hari Bumi, Expo produk KUPS Kalbar dan Launching Yayasan Pranaraya di Pontianak, Jumat (24/4).

Disampaikan Wagub pada acara tersebut yang mengangkat tema “our power, our planet. Satu bumi satu masa depan” bahwa masuk nya investor-investor di Kalbar yang berpotensi merusak hutan, merusak lingkungan, itulah tantangan penjaga hutan. Namun kata Wagub, investor yang ada di Kalbar sudah cukup, yang ada harus kita tertibkan. Pertambangan sudah ada 500 lebih, 6.400 hektar PETI di Kalbar, perkebunan juga.
Untuk itu ia mengimbau masyarakat sama-sama menjaga hutan agar tetap lestari, “kontribusi investor ke masyarakat masih jauh dari harapan, Kalbar masih jadi objek mencari ke kayaan, kontribusi ke masyarakat masih minim,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat dari Kementerian Kehutanan, Kepala Dinas LHK Provinsi Kalbar Adi yani, Ketua Yayasan Pranaraya, Instansi terkait, Perusahaan, LSM dan juga Media.

Launching Yayasan Pranaraya
Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melaunching Yayasan Pranaraya. Wagub apresiasi Kegiatan yang dilaksanakan dalam memperingati hari bumi dan kehadiran Yayasan Pranaraya. Diharapkan bisa terus bersinergi dengan pemerintah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mensuport kegiatan dalam menjaga dan melestarikan hutan.
Ketua Yayasan Pranaraya, Rahmawati menjelaskan bahwa Pranaraya merupakan entitas baru dan berafiliasi dengan Flora Fauna Internasional (FFI).
Yayasan Pranaraya meneruskan program yang dilaksanakan oleh FFI di Kalimantan Barat sejak tahun 2006, “Kita teruskan program pengabdian masyarakat, Konservasi dan perhutanan sosial,” katanya.
Selain itu juga Pranaraya mendampingi perusahaan perkebunan dalam melaksanakan RACT ke Desa.
Fokus Yayasan Pranaraya pada konservasi, masyarakat hutan, satwa, perhutan sosial namun lebih kepada keilmuan nya.
Pada Hari Bumi ini Pranaraya berpersan, Pranaraya sebagai bibit tapi kedepan akan menjadi pohon besar untuk menjaga bumi agar bumi tetap nyaman ditempati.
Usai Launching Yayasan Pranaraya dilanjutkan dengan talkshow dengan tema bergerak jaga bumi. (Amad)









Comment