by

Hari Pertama SMAN 1 Sungai Kakap PTM, KBM Hanya 3 Jam

Kubu Raya, Media Kalbar

Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya melakukan kegiatan pembelajaran Tatap Muka Terbatas,Kamis(26/8/21).

Dalam pembelajaran tersebut, siswa SMA Negei 1 Kakap dari kelas 12 dapat mengikuti pelajaran langsung di kelas.

Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan siswa yang di dalam kelas dibatasi 50 persen.

Untuk di SMAN 1 Sungai Kakap, menurut Sigit Cahyono S.Pd Waka Kurikulum SMA Negeri Satu Sungai Kakap Saat di Wawan carai di ruang kerjanya menjelaskan.

Alhamdulillah kita sangat senang sekali kita sudah ada peluang untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas ini di samping itu juga antiosias para Guru dari pihak sekolah juga para siswa juga bersemangat tadi.

“Jadi untuk berangkat sekolah terbuti tadi ya untuk yang sesi pertama kita mulai jam 7.30
Tetapi karena anak anak saking semangat nya sebelom jam 7 bahkan sudah ada yang datang ke sekolah tadi.

Untuk yang pertama ini kita usaha kan kelas yang 12 dulu kelas yang 12 jadi kita bagi menjadi dua sesi,sesi pertama itu masuk jam 7.30 nanti pulang jam 10.30

kemudian sesi ke dua itu nomor absen di bawah 19 sampai 36 itu masuk jam 8.30 nanti pulang nya jam 11.30 nah makanya biar nanti di dalam pembelajaran tatap muka ini yang jelas mereka tidak ada istirahat.di antara satu siswa dengan siswa yang lain tidak saling bertemu tidak terjadi kerumunan di antara mereka.”

Di jelaskannya Satu pelajaran 30 menit jadi kita belajarnya satu mata pelajaran itu satu dapat dua jam pelajaran jadi 60 menit satu pelajaran satu hari ini ada 3 pelajaran. total semuanya 3 jam masing masing kelas 3 jam .
dan kita jadwalkan dari senin sampai kamis untuk yang hari jum’at nya kita masih menggunakan daring sambil liat perkembangan kesehatan anak juga nantinya.Terangnya.

Pembelajaran tatap muka terbatas secara teknis untuk jumlah siswa dalam satu kelas berjumlah 15-18 orang.Yang dalam satu meja hanya diisi satu siswa.

“Hari ini pertama masuk sekolah, sistemnya itu ganjil dan genap.Jadi sebanyak 15-18 siswa masuk selama satu minggu untuk nomor absen ganjil dulu.Kemudian minggu depan nomor absen genap.Tak lupa kita juga menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Dengan melakukan cuci tangan, wajib pakai masker,dan ada alat pengukur suhu otomatis di pintu masuk utama sekolah,siswa mengukur suhu badannya dan langsung masuk dalam kelas,” kata Sigit Cahyono S.Pd Kamis (23/8/2021).

Untuk pembelajaran selama seminggu itu hanya berlangsung selama 4 hari.Yakni dari Senin hingga Kamis.

“Kemudian untuk di dalam kelas ada Hand Sanitizer,tempat cuci tangan,gurunya juga membawa spidol dan penghapus(alat tulis papan) sendiri-sendiri. Jadi tidak ada kontak langsung dengan anak-anak,”ujarnya.

Untuk jam mengajar dalam kelas, karena masih dalam tahap uji coba dan masih awal.Mengalami pengurangan jam pelajaran.

“Namun untuk proses belajar di kelas ya seperti biasanya,tapi tetap menerapkan jaga jarak,” sambungnya.

Sementara Siswa kelas 12 mipa 1.
Andi di dampingi Dea rista Amanda,Kepada wartawan mengatakan Saya sih sangat baik karena ini dapat memajukan pembelajaran terutama

kalau jarak jauh itu sangat sulit untuk pemahaman suatu materi kalau tatap muka ini dapat langsung bertemu guru enak bertanya kepada guru nya

Kalau belajar secara Online Kendalanya yang pertama mungkin ada rumah nya yang jauh yang tidak ada sinyal yang ke dua yang tidak ada kuota(Paket) mungkin itulah gendalanya.

“Harapan kedepan nya semoga ini berjalan terus sampai semester ini habis jangan masuk lagi libur lagi jadi susah jadi nyangkut nyangkut pemahaman nya.”Pungkasnya(Tim.Mk)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed