SAMBAS, MEDIA KALBAR – Dugaan penggunaan identitas palsu dalam proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia menuai perhatian berbagai kalangan. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas, Farhan, menilai persoalan tersebut merupakan permasalahan serius yang harus segera ditangani aparat penegak hukum.
Farhan mengaku prihatin atas kabar meninggalnya seorang PMI di luar negeri yang kemudian diduga menggunakan identitas yang tidak sesuai dalam proses pemulangannya ke Indonesia.
“Ini sangat miris dan mengkhawatirkan. Ketika seorang PMI meninggal dunia di perantauan, seharusnya proses pemulangannya dilakukan dengan administrasi yang benar. Jika benar terdapat dugaan pemalsuan identitas, tentu hal ini menjadi persoalan serius karena dapat menghambat proses identifikasi jenazah serta penyerahannya kepada keluarga,” ujarnya, Jumat (17/7).
Menurut Farhan, informasi yang disampaikan Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sambas menunjukkan bahwa dugaan serupa bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut dinilai mengindikasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap administrasi dan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Ia menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses penyelidikan, maka pelaku harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar memberikan efek jera dan mencegah praktik serupa kembali terjadi.
“Kami mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini, mulai dari asal-usul dokumen hingga pihak-pihak yang diduga terlibat. Harapannya, peristiwa seperti ini tidak kembali terulang karena menyangkut hak korban dan keluarga yang ditinggalkan,” tegasnya.
Farhan juga mengajak masyarakat, khususnya calon pekerja migran, agar menempuh jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri sehingga memperoleh perlindungan hukum dan terhindar dari berbagai persoalan administrasi maupun praktik yang merugikan.(Rai)











Comment