Lahat, Media Kalbar
Kedatangan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Kawasan Transmigrasi Kikim, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, 13/7/2026, menjadi kebahagian tersendiri bagi transmigran di sana. Mereka merasa sejak transmigrasi kali pertama dilakukan pada tahun 1982, baru kali ini dikunjungi atau ditinjau oleh pemerintah.
Tak heran saat berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kikim Timur, Viva Yoga disambut meriah oleh para transmigran, siswa-siswi sekolah, guru, para kepala desa, Muspika, Muspida, anggota DPRD, Bupati Lahat Bursah Sarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, dan pejabat kabupaten dan provinsi lainnya.
Kedatangan Viva Yoga sore itu untuk melakukan ‘Peresmian Pembangunan dan Rehabilitasi Sarana Sekolah di Kawasan Transmigrasi’.
Dalam sambutan dikatakan transmigran dari Jawa tiba di Lahat pada tahun 1982 dengan penempatan di satuan pemukiman 1 ada 400 KK dan di satuan pemukiman 2 ada 500 KK. Selanjutnya, program transmigrasi terus berlangsung sampai 2016 dengan penempatan warga transmigrasi.
Setelah 44 tahun, kawasan yang dulu hutan saat ini berubah menjadi desa dengan berbagai fasilitasnya. “Dulu transmigrasi dilakukan secara top down atau langsung dari program pemerintah pusat”, ujarnya tadi.
Sekarang transmigrasi dilakukan secara bottom up, desentralisasi, atas inisiatif atau keinginan pemerintah daerah sendiri. “Terbukti transmigrasi mampu menciptakan kawasan pertumbuhan maka ada 60 proposal dari bupati untuk membuka kawasan baru transmigrasi”, paparnya.
Ditegaskan bila pemerintah daerah membutuhkan transmigran maka pemerintah daerah tersebut harus menyediakan lahan yang statusnya clear, clean, dan free. “Agar tidak terjadi tumpang tindih lahan dan membawa masalah ke depannya”, tuturnya.
Diakui di berbagai kawasan transmigrasi termasuk di Kikim ada permasalahan lahan seperti tumpang tidih dengan lahan hutan dan belum disertipikati menjadi SHM.
Menanggapi hal demikian, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah merealisasikan program Trans Tuntas. “Program ini fokus untuk menyelesaikan sengketa lahan di kawasan transmigrasi dan melalukan sertipikati lahan yang ditempati transmigran”, ungkapnya. “Trans Tuntas telah menyelesaikan beberapa sengketa lahan dan mensertipikati ribuan lahan milik transmigran menjadi SHM”, tambahnya. Trans Tuntas disebut terus bekerja hingga masalah-masalah yang ada tuntas.
Kedatangan Viva Yoga di SDN 18 Kikim Timur untuk meresmikan hasil dari pembangunan dan rehabilitas sekolah di kawasan transmigrasi. Ada 5 sekolah di sana yang mendapat bantuan dari Kementerian Transmigrasi untuk dibangun dan direhab pada bagian-bagian penting seperti toilet dan ruang kelas. “Setiap tahun anggaran, program ini Kita jalankan lebih dari seratus sekolah di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia”, paparnya.
Viva Yoga menerima aspirasi dari banyak pihak bahwa masih ada sekolah yang perlu diperhatikan kondisi bangunannya. Menanggapi hal demikian, dikatakan Kementrans telah bersepakat bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) untuk melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekolah termasuk pemenuhan kebutuhan guru. Diungkap Kemendikdasmen membidik pembangunan dan rehabilitasi sekolah di 70.000 titik. “Dari sini, ribuan sekolah lain di kawasan transmigrasi yang perlu dibangun dan rehab, akan Kita masukan dalam program kerja sama antara Kementrans dan Kemendikdasmen”, tegasnya.
Rehabilitasi dan pembangunan sekolah disebut akan dituntaskan sebab hal demikian penting untuk mempersiapkan dan mencetak sumber daya unggul dari kawasan transmigrasi. “Saya lihat anak-anak sekolah di sini unggul, cerdas, ceria, dan sehat-sehat”, kata mantan Presidium MN KAHMI itu. Dirinya ingin hal demikian terjadi di seluruh kawasan transmigrasi.











Comment