by

HNSI Kalbar Kembali Dipercaya di SOSEK MALINDO, Perkuat Kerja Sama Nelayan Indonesia–Malaysia

PONTIANAK, Media Kalbar – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Kalimantan Barat, Eka Indah Raharjo, S.Pi., M.Si., kembali dipercaya menjadi Delegasi Kalimantan Barat dalam forum kerja sama Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO) 2026.

Kepercayaan tersebut merupakan tahun ketiga bagi Eka Indah Raharjo dalam membawa aspirasi dan kepentingan sektor perikanan, kelautan, serta nelayan Kalimantan Barat pada forum kerja sama bilateral Indonesia–Malaysia tersebut.

Pada SOSEK MALINDO 2026, Eka tergabung dalam tim teknis Kelompok Kerja (Pokja) KK II. Ia juga dipercaya sebagai person in charge (PIC) atau penghubung antarkedua negara, khususnya dalam pembahasan industri perikanan, kelautan, dan kehidupan masyarakat nelayan.

Peran tersebut sebelumnya telah dicantumkan dalam dokumen resmi hasil Sidang SOSEK MALINDO 2025 yang dilaksanakan di Miri, Sarawak, Malaysia. Dokumen itu menjadi salah satu landasan untuk melanjutkan pembahasan dan kerja sama pada pertemuan tahun 2026.

Sidang Musyawarah SOSEK MALINDO merupakan agenda tahunan antara Indonesia dan Malaysia. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di wilayah kedua negara. Setelah tahun 2025 diselenggarakan di Miri, Malaysia, pada 2026 Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

Keterlibatan Ketua DPD HNSI Kalbar dalam tim teknis Pokja KK II tidak terlepas dari terbangunnya hubungan kelembagaan antara organisasi nelayan di Kalimantan Barat dan Sarawak.

Kerja sama itu diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Ketua DPD HNSI Kalimantan Barat, Indonesia, dan Ketua Persatuan Nelayan Negeri Sarawak (PANESA), Malaysia, di Pontianak pada 2024.

MoU tersebut menjadi pintu masuk penguatan komunikasi dan koordinasi antarlembaga nelayan kedua negara, terutama dalam membahas perkembangan industri perikanan dan kelautan, peningkatan kesejahteraan nelayan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kepercayaan yang diberikan selama tiga tahun berturut-turut menempatkan Eka Indah Raharjo sebagai salah satu penghubung penting dalam membawa isu dan kepentingan nelayan Kalimantan Barat ke forum kerja sama lintas negara.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed