by

HNSI Sambas Bangkit, Eka Raharjo: Nelayan Harus Solid dan Kompak

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau DPC HNSI Kabupaten Sambas kembali bangkit setelah sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.

Pelantikan pengurus DPC HNSI Kabupaten Sambas digelar di Sambas, Sabtu, 23 Mei 2026. Momentum ini disebut sebagai awal kebangkitan organisasi nelayan di Kabupaten Sambas.

Ketua DPD HNSI Kalimantan Barat, Eka Indah Raharjo, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kembali kepengurusan HNSI di Sambas. Ia berharap pengurus yang baru dapat terus berkarya, memperkuat organisasi, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah.

“Ini adalah awal kebangkitan HNSI di Kabupaten Sambas. Kita berharap pengurus yang baru dapat bekerja, berkarya, dan hadir memberi manfaat bagi nelayan,” kata Eka Raharjo.

Eka menjelaskan, HNSI merupakan organisasi besar yang telah berdiri selama 53 tahun. Sementara di Kalimantan Barat, kepengurusan HNSI saat ini telah memasuki tahun ketiga.

Untuk Kabupaten Sambas, kata dia, kepengurusan DPC HNSI sempat mati suri sejak 2022. Namun pada 2026, organisasi ini kembali dihidupkan melalui pembentukan karateker hingga akhirnya terbentuk kepengurusan baru.
“Dulu sempat mati suri. Sekarang kita hidupkan kembali. Ini menjadi semangat baru bagi nelayan Sambas,” ujarnya.

Menurut Eka, HNSI Sambas memiliki pekerjaan rumah besar. Salah satunya adalah memperjuangkan peningkatan kesejahteraan nelayan agar organisasi ini benar-benar menjadi motor penggerak bagi masyarakat pesisir.
Ia menegaskan, keberadaan HNSI tidak boleh hanya sebatas nama organisasi. HNSI harus hadir di tengah nelayan, mendengar persoalan mereka, dan membantu mencari solusi.

“PR kita adalah mengejar peningkatan kesejahteraan nelayan. HNSI harus menjadi motor penggerak bagi nelayan Sambas,” tegasnya.

Eka juga mendorong agar himpunan nelayan dapat dibentuk di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Sebab, Sambas memiliki 19 kecamatan dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar.

Terlebih, lanjut dia, Kabupaten Sambas memiliki lebih dari 5.000 rumah tangga nelayan. Jumlah tersebut menjadi kekuatan besar apabila dapat dihimpun dalam organisasi yang solid dan kompak.

“Nelayan Sambas harus solid dan kompak. Kalau organisasi kuat, maka perjuangan untuk nelayan juga akan lebih kuat,” katanya.
Dalam kepengurusan baru ini, HNSI Sambas mengusung semangat “Membangun Organisasi yang Kuat demi Masa Depan Nelayan Sambas yang Berkah dan Berkemajuan” dengan moto “Nelayan Sejahtera, Negara Kuat.”

Eka berharap, pelantikan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun gerakan bersama memperkuat nelayan Sambas.

“Ke depan, HNSI Sambas harus menjadi rumah besar nelayan. Kita ingin nelayan semakin sejahtera, organisasi semakin kuat, dan Sambas semakin maju,” pungkasnya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed