Pontianak, Media Kalbar
Sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Asisten Afdeling bagi 21 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di wilayah Kalimantan Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Juni 2026 di Aula Kantor Group Manager Unit Group Kalimantan Barat (UGKB), Meliau, tersebut dihadiri oleh Group Manager Unit Group Kalimantan Barat, Moh. Supriyadi, Kepala Sub Bagian Pengembangan SDM dan Talenta PTPN IV Regional V, Djoko Purwanto, serta narasumber dari LPP Agro yang memberikan pembekalan teknis dan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.
Program ini merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial para Asisten Afdeling sebagai garda terdepan pengelolaan operasional kebun. Melalui peningkatan kompetensi yang terstandarisasi, perusahaan berharap tercipta pengelolaan kebun yang semakin efektif, efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi secara resmi dibuka oleh Group Manager Unit Group Kalimantan Barat, Moh. Supriyadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia sekaligus bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalisme karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kompetensi yang dimiliki harus mampu diwujudkan dalam pengelolaan afdeling yang efektif dan produktif sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas bagi seluruh peserta,” ujar Moh. Supriyadi.
Pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan. Selain mengikuti proses asesmen kompetensi yang mengacu pada standar industri perkebunan, peserta juga memperoleh pembekalan dari asesor dan narasumber berpengalaman, yaitu; Megawati Siahaan, S.P., M.P., dan Hardy Wijaya.
Berbagai materi strategis disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain kepemimpinan lapangan, pengelolaan afdeling, pengendalian biaya operasional, peningkatan produktivitas, pengelolaan tenaga kerja, hingga penerapan praktik terbaik dalam operasional perkebunan kelapa sawit.
Salah seorang peserta Bimtek, Silvanus Perangin-angin, Asisten Afdeling II Kebun Gunung Meliau, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan operasional yang dihadapi di lapangan dan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kinerja afdeling.
“Melalui kegiatan ini kami memperoleh tambahan wawasan dan pemahaman mengenai pengelolaan afdeling, kepemimpinan lapangan, serta penerapan standar operasional yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sertifikasi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kompetensi yang kami miliki sehingga dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih baik,” ungkap Silvanus.
Sementara itu, Donny Amril, Business Support Head PTPN IV Regional V, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi karyawan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transformasi bisnis dan peningkatan daya saing perusahaan.
“PTPN IV Regional V terus berkomitmen melaksanakan berbagai program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap seluruh Asisten Afdeling memiliki kompetensi yang semakin baik dalam mengelola operasional kebun secara profesional, produktif, dan sesuai standar perusahaan. SDM yang kompeten merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kinerja perusahaan yang unggul dan berkelanjutan,” ujar Donny.
Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, PTPN IV Regional V secara konsisten melaksanakan berbagai program pengembangan kompetensi bagi karyawan di seluruh jenjang jabatan. Langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan industri perkebunan yang terus berkembang, sekaligus mendukung terwujudnya perusahaan yang sehat, tumbuh berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (Mbis/MK)








Comment