by

Jam Belajar Dipangkas akibat Asap, Layanan MBG di Sambas Dihentikan Sementara

SAMBAS, Media Kalbar – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sambas untuk sementara tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya menyusul pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas akibat kualitas udara tidak sehat.

Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis Kabupaten Sambas, Dzaky Brayogi Faris, S. H. mengatakan kebijakan tersebut menyesuaikan Surat Edaran Nomor 400.3.1/1193/DISDIKBUD-SET tentang Pelaksanaan Pembelajaran Secara Tatap Muka Terbatas dan Penyesuaian Jam Belajar Sekolah akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

“Sehubungan dengan diterbitkannya surat edaran tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG tidak beroperasi sebagaimana mestinya sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan,” kata Dzaky dalam keterangannya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keamanan pangan bagi para penerima manfaat. Perubahan jam belajar yang menjadi lebih singkat juga berisiko menyebabkan keterlambatan pengantaran makanan ke sekolah.

Selain itu, terbatasnya waktu kegiatan belajar mengajar dinilai membuat pelaksanaan pembagian dan konsumsi makanan bergizi di sekolah menjadi tidak efektif.

Terdapat tiga pertimbangan utama dalam penghentian sementara operasional tersebut, yakni keamanan pangan, risiko keterlambatan pengantaran akibat singkatnya waktu belajar, serta tidak efektifnya pembagian waktu antara proses belajar mengajar dan konsumsi makanan di sekolah.

Berdasarkan surat edaran Pemerintah Kabupaten Sambas, peserta didik jenjang PAUD masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 09.00 WIB. Siswa SD/MI belajar hingga pukul 10.00 WIB, sedangkan siswa SMP/MTs pulang pukul 11.00 WIB.

Penyesuaian jam belajar diberlakukan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan asap karhutla. Kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas itu ditetapkan hingga 2 September 2026 dan akan dievaluasi setiap hari berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Dzaky belum menyebutkan waktu pasti operasional SPPG dan penyaluran MBG dapat kembali berjalan normal. Pelaksanaannya akan menyesuaikan perkembangan kondisi kualitas udara dan kebijakan pembelajaran di Kabupaten Sambas.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed