SAMBAS, MEDIA KALBAR – Bupati Sambas, H. Satono, menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, di Rumah Dinas Bupati Sambas, Minggu (1/3/2026)
Kunjungan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana Ramadan dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, pimpinan perbankan, tokoh agama, hingga kepala desa. Agenda ditutup dengan buka puasa bersama dan salat berjamaah di Masjid Jami’ Muhammad Tsafiuddin II.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menyinggung eskalasi konflik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran global. Ia menegaskan bahwa sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Sambas harus peka terhadap dinamika geopolitik yang dapat berdampak langsung pada ekonomi nasional.
“Iran adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu, maka harga minyak dunia akan melonjak dan berdampak pada Indonesia,” ujar Satono.
Ia menekankan pentingnya kemandirian nasional, terutama di sektor pangan dan energi, sejalan dengan visi Presiden RI untuk memperkuat ketahanan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Menurutnya, daerah perbatasan seperti Sambas harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal sebagai langkah mitigasi terhadap gejolak global.
Sementara itu, Konjen RI Kuching, Dr. Abdullah Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Sambas. Ia mengakui bahwa situasi global saat ini turut berdampak pada mobilitas warga negara Indonesia, termasuk puluhan ribu jemaah umrah yang terdampak pembatasan akses akibat konflik di Timur Tengah.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan WNI menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, KJRI Kuching memiliki peran strategis sebagai penghubung Indonesia–Malaysia, khususnya Sarawak, baik dalam perlindungan WNI maupun kerja sama ekonomi lintas batas.
Dalam pertemuan tersebut, KJRI Kuching mendorong peningkatan ekspor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk serta membuka peluang kerja sama perdagangan langsung antara Sambas dan Sarawak. Selain itu, pembukaan akses perbatasan baru di Temajuk, Kecamatan Paloh, juga menjadi topik pembahasan strategis.
Konjen menilai Sambas sebagai wilayah yang aman dan memiliki masyarakat yang toleran, sehingga berpotensi menjadi simpul perdagangan dan diplomasi ekonomi di kawasan perbatasan.(Rai)







Comment