by

Mahasiswa Turun Tangan, Sekolah Dasar Diajari Stop Bullying: Alarm Dini Dunia Pendidikan Sambas?

SAMBAS, Media Kalbar – Saat isu perundungan masih kerap dianggap “sekadar candaan anak-anak”, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas justru turun langsung ke sekolah dasar, memberi pelajaran yang seharusnya sudah lama menjadi kesadaran bersama. Jumat(30/1/2026)

‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dan pembentukan karakter anak sejak dini, yang saat ini menjadi tantangan serius di lingkungan pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta menolak segala bentuk perundungan di sekolah.

‎Edukasi Stop Bullying tersebut menyasar siswa kelas IV, V, dan VI dengan total peserta mencapai sekitar 100 siswa. Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan sederhana, diskusi, serta contoh-contoh perilaku yang sering terjadi di lingkungan sekolah agar mudah dipahami oleh anak-anak.

‎Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif bertanya dan terlibat dalam sesi diskusi, terutama saat membahas dampak negatif bullying terhadap perasaan, kepercayaan diri, dan hubungan pertemanan di sekolah.

‎Guru SD Negeri 4 Perigi Limus, Daliyah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran siswa tentang pentingnya sikap saling menghormati dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

‎“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi Stop Bullying dapat membawa dampak positif bagi siswa, baik dalam perilaku sehari-hari maupun dalam membangun hubungan sosial yang sehat di sekolah,” ujar Daliyah

‎Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN, Akmal, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan suasana kelas yang lebih harmonis. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bebas dari bullying akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

‎“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, damai, dan tentram, serta tentunya penuh dengan kebahagiaan bagi seluruh siswa,” ungkap Akmal.

‎Melalui program edukasi Stop Bullying ini, mahasiswa KKN Unissas berharap pesan anti-perundungan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari, sehingga SD Negeri 4 Perigi Limus menjadi ruang belajar yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang bagi seluruh peserta didik.(rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed