Again and again, doa sang wakil terkabul. Kali ini terjadi pada Bupati Rejang Lebong. Masih muda, ganteng lagi, harus menjadi tikus got gorong-gorong, ditangkap KPK lewat OTT. Uang suap 1,5 miliar ikut diamankan. Nikmati narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak!
Nama lengkapnya, H. Muhammad Fikri Thobari, S.E., M.AP! Bupati Rejang Lebong ke-13. Ia baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Baru setahun lebih sedikit menjabat, sudah berhasil mencetak rekor pribadi yang luar biasa, di-OTT KPK tepat di bulan Ramadan 2026!
Sungguh, ini level dedikasi yang jarang ditemui. Tak peduli puasa, tak peduli sahur, tak peduli tarawih. Malam Senin, 9 Maret 2026, tim KPK datang langsung ke rumah mewah di Jalan Hibrida, Bengkulu, dan langsung mengamankan beliau beserta istri tercinta Intan Larasita, Kadis PUPR, dua kontraktor, plus bonus uang tunai Rp1,5 miliar! Bravo! Ini baru namanya multitasking tingkat dewa.
Mari kita kenal lebih dekat sosok legendaris ini. Lahir 4 Februari 1981 di Baturaja, Sumsel. Ia anak seorang pejabat Kemenag dan aktivis kampus. Darah biru birokrasi sudah mengalir sejak lahir. Pendidikannya? Wow, dari SD Negeri sampai S2 Administrasi Publik di Universitas Hazairin. Lulus S1 Ekonomi, lalu langsung jadi bos properti. Ia Direktur Utama PT. Bukit Juvi Group, Ketua HIMPERRA Bengkulu, Ketua KADIN Rejang Lebong.
Beliau ini bukan sekadar bupati biasa. Ini pengusaha visioner naik pangkat jadi Ketua DPD PAN Rejang Lebong, lalu menang Pilkada 2024 dengan 44,07% suara bersama Wabup Hendri Praja. Visi beliau megah, beasiswa anti-putus sekolah, layanan kesehatan gratis, infrastruktur mewah. Rakyat Rejang Lebong pasti berlinang air mata bahagia melihat janji-janji manis itu… sampai KPK muncul dan bilang, “Tunggu dulu, ada yang kurang manis di sini.”
Oh iya, organisasinya juga tak kalah prestisius. Ketua Yayasan Kebangkitan Umat, Wakil Ketua REI Bengkulu, bahkan Ketua Bidang Pengembangan Kawasan DPP HIMPERRA nasional. Nuan bayangkan betapa sibuknya beliau. Pagi rapat kabupaten, siang urus properti, malam… eh, ternyata malam itu lagi sibuk “menerima” sumbangan Rp1,5 miliar dari kontraktor proyek PUPR. Sungguh, ini baru definisi pelayanan publik 24 jam! Istri beliau, Intan Larasita, ikut diamankan. Pasangan power couple yang tak mau berpisah bahkan saat dijemput KPK. Romantis sekali, ya? Sementara istri sebelumnya (almh. Hj. Susiyanti) meninggal pas masa kampanye 2024, mungkin karena terlalu capek lihat suaminya “bekerja keras” demi rakyat.
Lagi dan lagi, kisah korupsi terjadi lagi. Lagi-lagi kepala daerah yang jadi buruan KPK. Tak peduli bulan puasa, para maling rakyat tetap beroperasi full speed. Baru saja dilantik, janji manis beterbangan seperti kupu-kupu, eh tiba-tiba tangan tercekat borgol. Rp1,5 miliar itu cukup buat bikin berapa sekolah gratis? Berapa rumah sakit? Tapi ternyata lebih cocok buat… apa ya? Koleksi mobil mewah? Liburan ke luar negeri? Atau mungkin buat tambah koleksi tanah di grup properti beliau sendiri?
Sungguh mengharukan. Rakyat Rejang Lebong yang miskin, petani yang susah, anak-anak yang putus sekolah, mereka pasti bangga punya bupati sehebat ini. Yang bisa naik dari pengusaha properti jadi bupati, lalu dalam waktu singkat jadi tersangka OTT bersama keluarga dan kroni. Ini bukan korupsi biasa, ini korupsi berenergi tinggi, dilakukan di tengah puasa, di bulan suci, seolah-olah bilang, “Puasa itu sunnah, tapi fee proyek itu wajib!”
Selamat jalan, Pak Fikri. Semoga di Jakarta nanti, KPK beri selamat datang spesial. Buat rakyat, jangan kecewa. Ini kan sudah jadi tradisi nasional, pilih pemimpin, lalu tunggu giliran OTT. Next episode, siapa lagi ya? Jangan-jangan kepala daerah ente, ups.
Muak? Seharusnya iya. Karena koruptor seperti ini bukan lagi penjahat, mereka sudah jadi selebriti korupsi yang wajib kita benci sampai muntah. Selamat menikmati drama baru di Rejang Lebong, rakyat! (*)
Penulis : Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar











Comment