PONTIANAK, Media Kalbar
Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Kalimantan Barat menggelar Pelantikan Pengurus DPD dan DPC HKTI se-Kalbar sekaligus Musyawarah Daerah di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini turut dihadiri Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding yang juga Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan, Gubernur Kalbar, Bupati/Walikota se-Kalbar, serta Pengurus HKTI Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pelantikan DPC HKTI Se-Kalbar
Pada kesempatan itu dilantik 14 DPC HKTI Kabupaten/Kota se-Kalbar yang dipimpin oleh Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding, setidaknya 14 Pimpinan Daerah Kabupaten /Kota dilantik menjadi Ketua DPC HKTI yaitu
1. Bengkayang : Sebastianus Darwis
2. Ketapang : Jamhuri Amir
3. Sanggau : Yohanes Ontot
4. Pontianak : Edi Rusdi Kamtono
5. Kubu Raya : Sujiwo
6. Sambas : Satono
7. Mempawah : Erlina
8. Sintang : Gregorius Herkulanus Bala
9. Kapuas Hulu : Fransiskus Diaan
10. Landak : Karolin Margret Natasya
11. Singkawang : Tjhai Chui Mie
12. Kayong Utara : Romi Wijaya
13. Melawi : Dadi Sunarya Usfa Yursa
14. Sekadau : Aron
Arahan Sekjen DPN HKTI: Satu HKTI, Solid untuk Petani
Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia menegaskan HKTI pusat kini telah bersatu tanpa kubu-kubuan.
“Kita harus solid kalau kita bekerja untuk petani. Peran keberadaan HKTI ke depan semakin penting dan strategis, karena Presiden melalui Asta Cita menargetkan kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Abdul Kadir Karding.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap petani. “Pertama, ajaran orang tua: kalau pangan mandiri negara eksis. Kedua, Presiden pernah menjadi Ketua Umum HKTI dua periode dan saat ini menjadi Ketua Dewan Pembina. HKTI bisa menjadi fasilitator akses pasar, termasuk untuk akses ekspor,” jelasnya.
Kepada sejumlah awak media, Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa Pelantikan pengurus HKTI di Kalimantan Barat adalah model baru, dimana diyakini bisa efektif dengan dilantiknya Bupati/Walikota sebagai Ketua DPC HKTI dimasing-masing daerah.
Karena HKTI tujuan nya untuk petani, pemberdayaan, pendampingan, akselerasi untuk pemodalan, pemasaran.
“Bupati/Walikota ataupun Sekda mereka ini memiliki 1 nama atau ketokohan, kemudian, 2 mempunyai jaringan Kemana-mana 3, mempunyai anggaran, 4, mereka memahami karakter masyarakat nya,” ujarnya.
Kepala Barantin juga menegaskan menjadi pengurus HKTI bisa sejalan dengan Jabatan Bupati/Walikota, karena semua Pemda itu harus mengacu pada Asta Cita, “mau siapapun Bupatinya harus sejalan dengan Asta Cita, Asta Cita salah satunya di bidang pertanian adalah swasembada pangan, hilirisasi,” tandasnya.
“Jelasnya di Kalbar ini HKTI top lah, dengan Bupati/Walikota jadi Ketua DPC HKTI dan nanti Wilayah bisa Gubernur, maka program lebih cepat efisien untuk kemajuan petani dan kesejahteraan petani serta swasembada pangan terwujud,”
Komitmen Pemprov Kalbar untuk Petani
Gubernur Kalbar H. Ria Norsan dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah.
“Kita berjuang untuk memperjuangkan nasib petani kita di Kalimantan Barat agar swasembada pangan terwujud. Maju sejahtera petani Kalimantan Barat,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan Musda HKTI Kalbar
Selain pelantikan dan pembukaan Musda, panitia juga mengagendakan jalan sehat, senam sehat, pasar murah, pembagian bibit kepada petani, panen raya, hingga penandatanganan MoU kerja sama.
Musda ini diharapkan merumuskan program kerja HKTI Kalbar yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung target swasembada pangan nasional. (Amad)











Comment