SAMBAS, MEDIA KALBAR – Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis, 3 September 2026, di Kantor Bupati Sambas.
Kepala Pelaksana BPBD Sambas, Alwindo, melaporkan karhutla terjadi di 17 desa. Sebanyak delapan desa telah padam namun masih berasap, sedangkan sembilan desa masih ditemukan asap dan api.
Pemadaman terkendala keterbatasan sumber air, peralatan, personel serta angin kencang. BPBD juga telah mengusulkan peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat.
Bupati Sambas H. Satono meminta camat segera memetakan lokasi yang memungkinkan dibangun sumur bor untuk mendukung pemadaman sekaligus mengantisipasi krisis air bersih akibat kemarau.
TNI dan Polri juga telah membantu pembangunan sejumlah sumur bor serta memperkuat personel di lapangan.
Selain pemadaman, pemerintah daerah diminta mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan, pendidikan, pertanian dan kebutuhan air masyarakat.
Bupati juga meminta dugaan pembakaran disengaja ditelusuri berdasarkan bukti dan diproses sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran.(Rai)










Comment