Kapuas Hulu, Media Kalbar
Hingga saat ini aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau Pertambangan Ilegal menggunakan puluhan alat-alat berat Excavator semakin masif di wilayah Dusun Benit, Desa Landau Mentail, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 5 Oktober 2026.
Dalam aktifitas Pertambangan Ilegal tersebut, nama Untung pun disebut-sebut bukan hanya memiliki alat berat Excavator, dia juga disebut-sebut sebagai penampung atau pembeli Emas dari para pengusaha tambang ilegal lainnya yang juga menggunakan alat-alat berat Excavator.
”Alat-alat berat Excavator di lokasi Pertambangan Ilegal saat ini banyak di lokasi Untung di Dusun Benit, luas lahan yang mereka garap kurang lebih 20 Hektar, lokasi itu dulunya bekas Sawmill kayu, dia juga yang beli Emasnya, satu Minggu dalam satu set mesin ada yang dapat kurang lebih satu Kilogram,” terang Narasumber kepada media wartawan beberapa waktu lalu.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu menyebut beberapa nama pengusaha tambang-tambang ilegal yang menggunakan alat berat Excavator di wilayah Dusun Benit, Desa Landau Mentail, Kecamatan Boyan Tanjung. Beberapa nama itu bukan hanya menggunakan alat-alat berat Excavator, tetapi juga sebagai pembeli Emas dari hasil yang diperoleh di lokasi tersebut.
“Dari dulu sampai sekarang pakai alat berat terus disitu. Kalau di Dusun Benit itu wilayah Untung semua disitu. Dari Benit sampai ke daerah Pemasar, semua pakai alat berat disitu terutama di area Sungai Empadik, perbatasan dengan Benit, masuk Desa Mental. Pokok kalau di situ wilayah Untung semua itu, Tokey besarnya Untung, pokok untung terus dia disitu,” ungkapnya.
Salah satu tokoh masyarakat itu juga menyebut, bahwa selama ini mereka bermain dengan Polres Kapuas Hulu sehingga tambang ilegal yang menggunakan alat-alat berat Excavator tetap aman.
“Mereka main dengan Polres, soalnya aku tahu, Hambali di situ pakai alat berat, kemudian Tadung pakai alat berat, Hamidi 2 alat berat Excavator baru, dan masih banyak orang-orang yang pakai alat berat disitu,” ungkap salah satu tokoh masyarakat itu.
Sementara itu, pihak Untung beberapa hari lalu diduga kuat melakukan intervensi kepada media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat dengan meminta penghentian pemberitaan dan penghapusan berita.
Sedangkan terkait Pertambangan Ilegal, Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas ribuan tambang ilegal dan oknum aparat yang menjadi pembacking Pertambangan Ilegal.
“Kapolri dan Panglima TNI, usut, untuk apa negara kasih pangkat kasih jabatan mereka-mereka kalau tidak bisa tertibkan ini. Pemimpin yang baik, Komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri,” tegas Presiden Prabowo beberapa waktu lalu. (*/Amad)











Comment