by

PLN Dinilai Berbohong Penyebab Padamnya Listrik Di Kalbar, Stok Batubara Di PLTU Menipis

Pontianak, Media Kalbar

Pemadaman aliran Listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kalbar secara merata sejak beberapa hari terakhir ini dirasakan sudah sangat meresahkan masyarakat karena padamnya aliran listrik PLN tersebut lebih dari 6 jam untuk setiap wilayah.

Pihak PLN Wilayah Kalbar berkilah pemadaman ini disebabkan adanya kerusakan mesin karena cuaca panas. Alasan ini juga disampaikan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan dengan nada santai kalau pemadaman ini karena kerusakan mesin. Ria Norsan juga menyatakan sudah memanggil pihak PLN dan Pertamina untuk mengetahui penyebab padamnya aliran listrik di Kalbar beberapa hari ini yang disebutkan akibat kerusakan mesin. Pernyataan pihak PLN dan Gubernur Kalbar itu banyak mendapat kritikan dari nitizen di media sosial yang menuding pihak PLN berbohong terkait penyebab padamnya aliran listrik yang berlangsung cukup lama. Beberapa nitizen dengan nada geram menyatakan ” kok kerusakan mesinnya bisa serempak dari aceh, sumatera, jawa hingga Kalimantan”.

Media kalbar berusaha menelusuri penyebab aliran listrik di Kalbar ini dengan mendapatkan nara sumber dari Petugas PLTU yang tidak bersedia di sebutkan namanya. “Tidak ada mesin yang rusak pak. Mesin normal normal saja,” ungkapnya. Yang membuat aliran Listrik PDAM padam itu karena pasokan Batubara untuk semua PLTU di Kalbar sudah menipis sejak bulan lalu dan belum ada pasokan lagi saat ini.

Pihak PLN juga sudah mengantisipasi dengan membeli material lain yaitu cangkang sawit namun jumlahnya juga tidak mencukupi. Akibatnya PLN menghemat dengan sisa batubara yang ada yang menyebabkan suplai listrik ke pelanggan menjadi tidak normal alias pemadaman bergilir.

Pernyataan berbohong pihak PLN soal penyebab padamnya listrik ini dinilai sangat mencederai hak hak konsumen. Sejumlah nitizen juga menyayangkan sikap Gubernur Kalbar Ria Norsan yang tidak begitu serius mengatasi pemadaman ini dengan turut menyatakan penyebab padamnya listrik ini akibat kerusakan mesin.

Muhammad Ridwan warga Tanjung Raya 2 Pontianak Timur mengungkapkan kekesalannya terhadap pernyataan Gubernur Ria Norsan. Seharusnya Gubernur bisa menerjunkan anak buahnya untuk mengecek langsung ke PLN dan sejumlah PLTU di Kalbar sehingga tidak asal memberi pernyataan yang membuat bingung masyarakat tanpa ada memberikan solusi.

Dari informasi yang di peroleh saat ini Pembangkit listrik di Kalbar menggunakan Batubara untuk semua PLTU yaitu PLTU Singkawang, PLTU Sanggau, PLTU Sintang dan PLTU Ketapang, dari seluruh PLTU ini stok Batubaranya sudah menipis hingga saat ini belum ada penambahan batubara lagi. Jika kondisi ini berlarut maka dipastikan pemadaman listrik di Kalbar akan berlangsung lebih lama. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed