by

Sambas Perkuat GERCEP TBC, Deteksi Dini dan Pengurangan Stigma Jadi Fokus

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Program GERCEP TBC yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mendapat dukungan pemerintah daerah, kepolisian, Adinkes, puskesmas, dan organisasi masyarakat. Dukungan tersebut memperkuat upaya penemuan kasus sejak dini, penanganan pasien, serta edukasi masyarakat mengenai tuberkulosis.

Inovasi yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, ini dirancang untuk memadukan penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan pasien melalui kerja sama lintas sektor.

Dalam rancangan proyek perubahannya, Ganjar menekankan pentingnya pelayanan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa. Setiap kasus yang ditemukan diharapkan segera ditindaklanjuti, sementara pasien mendapat pemantauan hingga menyelesaikan pengobatan.

Penguatan data dan koordinasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, pemerintah desa, kader, serta organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam rancangan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Dr. H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., menyatakan dukungannya terhadap GERCEP TBC. Ia berharap inovasi tersebut memperluas cakupan penanganan sehingga kasus TBC di masyarakat dapat diantisipasi.

Dukungan serupa disampaikan Program Manager Resilience and Sustainable System of Health, Sawidjan Gunadi. Ia mengapresiasi gagasan Ganjar dan menekankan pentingnya pelaksanaan yang nyata.

“Ini mesti diterapkan beneran. Jangan sampai tidak didukung,” ujar Sawidjan.

Menurutnya, penanggulangan TBC memerlukan keterlibatan pemerintah daerah, perangkat daerah lainnya, masyarakat, dunia usaha, hingga Baznas. Kerja bersama diperlukan untuk memperkuat sistem penanggulangan TBC dan menjangkau masyarakat lebih luas.

Koordinator Program Adinkes Kalimantan Barat, dr. Wirdan, turut mengapresiasi kajian dan proyek perubahan yang disusun Ganjar. Ia berharap hasilnya menjadi referensi bagi Adinkes sekaligus membantu upaya penurunan kasus TBC, khususnya di Kabupaten Sambas.

Dari unsur kepolisian, Kapolsek Tebas, Eko Zaenudin, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pemeriksaan dan penanggulangan TBC. Ia menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk menemukan kasus serta menjangkau kontak erat dan lingkungan terdekat pasien.

Eko menyebut Puskesmas Tebas, Sungai Kelambu, dan Segarau telah melaksanakan skrining atau pemeriksaan di sejumlah lokasi. Ia berharap kegiatan tersebut berlanjut hingga program tuntas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Sentebang, Heri Januardi, juga mendukung GERCEP TBC, terutama dalam penemuan kasus, penanggulangan, dan pengobatan. Menurutnya, kasus TBC di wilayah layanan Puskesmas Sentebang cukup tinggi.

Heri menyampaikan bahwa minat dan pengetahuan masyarakat mengenai TBC meningkat setelah pelaksanaan kegiatan GERCEP.

Sementara itu, Yeni Januarti dari PKBI Cabang Kabupaten Sambas menyoroti pentingnya edukasi untuk mengurangi stigma terhadap pasien TBC. Menurutnya, stigma di masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Yeni berharap edukasi melalui program tersebut meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini. Pemeriksaan yang semakin luas diharapkan membantu menjangkau kasus TBC serta mendukung pencapaian tujuan eliminasi TBC pada 2030.

Dukungan terhadap GERCEP TBC turut disampaikan jajaran Puskesmas Sekura dan Puskesmas Galing.(rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed