Sambas, MEDIA KALBAR – Pemerintah Kabupaten Sambas di bawah kepemimpinan Bupati H. Satono, S.Sos.I., M.H., dan Wakil Bupati H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk menekan dampak lonjakan harga kebutuhan pokok dan inflasi daerah.
Salah satu strategi yang diperkuat yakni memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersubsidi hingga ke tingkat desa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Bupati Sambas Satono mengatakan, pasar murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama warga kurang mampu, di tengah fluktuasi harga pangan.
“Pasar murah ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kita ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Satono saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di Desa Sengawang, Kecamatan Teluk Keramat, Senin (29/6/2026).
Satono menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, TPID, pelaku usaha, distributor, hingga pemerintah desa agar pasokan pangan tetap aman dan harga tetap terkendali.
Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk terus mendukung program pangan murah dan sembako bersubsidi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat di desa-desa dapat merasakan langsung manfaat kebijakan pemerintah.
“Semoga pasar murah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan benar-benar membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.
Pemkab Sambas berharap, perluasan Gerakan Pangan Murah hingga tingkat desa mampu menjadi solusi cepat dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah.(Rai)








Comment