by

Sekda Sambas Resmikan Pameran Temporer, Fery Ajak Masyarakat Ramaikan Museum Daerah

SAMBAS, Media Kalbar – Seketaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar,.M.Si Secara Resmi Membuka Pameran Temporer di Museum Daerah Kabupaten Sambas, Dengan Tema

Dari Segerunding Ke Muare Ulakkan : Menelusuri Jejak Leluhur, Kamis, 10 Agustus 2023

Hadir Dalam Kegiatan Tersebut Kejari Sambas, Agita Tri Moertjahjanto, Kadis Pendidikan Sambas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H.Samekto Hadi Suseno., S.E.M.E, Kodim 1208/Sambas, Polres Sambas, Beserta Kepala OPD Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya Sekda Sambas, Fery Madagaskar menyampaikan bahwa Keberadaan Museum Di Suatu Daerah Dapat Menunjukkan Tingkat Keberadaban Sebuah Masyarakat Di Daerah Tersebut.

“Daerah Yang Memiliki Museum Dan Masyarakatnya Rajin Mengunjungi Dan Belajar Dari Apa Yang Ada Di Museum Menunjukkan Akan Kesadaran Masyarakat Tersebut Akan Pentingnya Memahami Akar Jati Dirinya.”ujarnya

“Karena Itulah Presiden Soekarno Pernah Mengingatkan Kepada Kita Agar Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.”jelasnya lagi

Dirinya Juga Menyampaikan Bahwa Bangsa Yang Melupakan Sejarahnya Adalah Ibarat Pohon Yang Akarnya Tidak Menghunjam Ke Dalam Tanah. Pohon Tersebut Akan Sangat Mudah Runtuh Ketika Tertiup Angin Atau Tergerus Air.

“Berangkat Dari Pemahaman Tersebutlah Kita Di Kabupaten Sambas Memandang Perlu Untuk Mendirikan Museum Bagi Kepentingan Pemajuan Kebudayaan Daerah. Museum Yang Kita Miliki Ini Adalah Satu Dari Empat Museum Terakreditasi Yang Ada Di Provinsi Kalimantan Barat.”ujar Sekda Ferry

Lanjutnya Lagi Sekda Fery Juga Mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas Dalam Dua Tahun Terakhir Telah Memberikan Perhatian Yang Cukup Serius Terhadap Pengembangan Museum Daerah Kabupaten Sambas, Terbukti Dengan Berhasilnya Museum Daerah Mendapatkan Akreditasi Sebagai Museum Tipe B Dari Sebelumnya Museum Tipe C.

“Keberhasilan Ini Tentu Tidak Lepas Dari Dukungan Semua Pihak Khususnya Masyarakat Yang Semakin Antusias Mengunjungi Museum. Karena, Salah Satu Syarat Untuk Mendapat Akreditiasi B Adalah Jumlah Kunjungan Ke Museum Yang Terus Meningkat.”katanya

Dia Juga Menyampaikan Dari Data Menunjukkan Bahwa Dalam Kurun Waktu 2014 Sampai Dengan 2020 Total Jumlah Pengunjung Tercatat Baru Mencapai 3.458 Orang.

“Sementara Dalam Kurun Waktu 2021 Sampai Dengan Pertengahan Tahun 2023 Sudah Tercatat Sebanyak 6.917 Pengunjung. Peningkatan Drastis Ini Menunjukkan Geliat Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Menggali Ilmu Pengetahuan Dari Museum Daerah Yang Ada.”ujarnya

Sekda Fery Juga Menjelaskan Bahwa Tema Yang Dikedepankan Oleh Museum Daerah Kabupaten Sambas Dalam Acara Pameran Temporer Kali Ini Memang Sangat Patut Kita Renungi Bersama.

“Dari Segerunding Ke Muare Ulakkan : Menelusuri Jejak Leluhur, Adalah Gambaran Bagaimana Masyarakat Sambas Berevolusi Dari Waktu Ke Waktu.”Jelasnya

Lebih Jauhnya Lagi Dirinya Juga Mengatakan Bahwa Perpindahan Pusat Pemerintahan Dan Kekuasaan Dari Suatu Tempat Ke Tempat Lainnya Menunjukkan Bagaimana Masyarakat Kita Sangat Terbuka Terhadap Dinamika Dan Realita Kehidupan.

Menurut Sekda Fery Hal Tersebut Juga Menunjukkan Kemampuan Masyarakat Sambas Untuk Bertransformasi Mengikuti Arus Dinamika Kehidupan.

“Semangat Dan Kemampuan Transformatif Tersebut Harus Terus Kita Jaga Dan Kita Pelihara Melalui Upaya Pemajuan Kebudayaan.Agar Kita Bisa Terus Bertumbuh Menjadi Masyarakat Yang Berkemajuan. Lebih-lebih Lagi Di Era Globalisasi Yang Mengharuskan Kita Untuk Bertransformasi Secara Dinamis.”Jelasnya

Lanjutnya Lagi Sekda Fery Juga Menjelaskan Bahwa Segerunding Adalah Pusat Pemerintahan Masyarakat Sambas Lama Yang Masih Berada Di Bawah Pengaruh Kerajaan Majapahit.

Dirinya Menerangkan Bahwa Pemerintahan Di Segerunding Sendiri Adalah Lanjutan Dari Kerajaan Sambas Lama Yang Dipengaruhi Kerajaan Sriwijaya. Bertemunya Jejak-jejak Peradaban Sriwijaya Dan Majapahit Di Tanah Sambas Melahirkan Perpaduan Budaya Terbuka Dan Tertutup Yang Sangat Unik.

“Masyarakat Kita Adalah Masyarakat Yang Terbuka Terhadap Inovasi Baru Tetapi Sangat Komunal Dan Kuat Serta Erat Memegang Nilai-Nilai Kekeluargaan. Dua Karakter Istimewa Masyarakat Sambas Ini Sejatinya Adalah Modal Sosial Yang Sangat Berharga Yang Perlu Terus Kita Jaga Dan Kita Pelihara Untuk Membangun Peradaban Berkemajuan.”Jelasnya

Seketaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Kabupaten Sambas Untuk Dapat Mengunjungi Dan Bagi Masyarakat Yang Memiliki Barang Atau Benda Bernilai Sejarah Atau Cagar Budaya Untuk Dapat Dihibahkan Di Museum Daerah Kabupaten Sambas.

“Izinkan Saya Dalam Kesempatan Yang Berbahagia Ini Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Kabupaten Sambas Untuk Dapat Mengunjungi Dan Memanfaatkan Keberadaan Museum Daerah Kabupaten Sambas.”Tegasnya

“Selain Itu Saya Juga Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Yang Memiliki Barang Atau Benda Bernilai Sejarah Atau Cagar Budaya Seperti Manuskrip Atau Benda-benda Historika, Arkeologika, Numismatika Atau Lainnya Agar Dapat Menghibahkannya Kepada Museum Daerah Untuk Dipelihara Dan Dipergunakan Bagi Kepentingan Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan Sehingga Dapat Memberikan Manfaat Besar Bagi Pemajuan Kebudayaan Di Daerah, Serta Generasigenerasi Kita Ke Depan.”Tegasnya Lagi (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed