by

Soal Tertembaknya Warga Saat Panen Sawit, Ini Penjelasan Kapolres Ketapang

Ketapang, Media Kalbar

Terkait kericuhan warga dengan aparat saat panen sawit di kawasan Perkebunan Sawit, sehingga terjadi salah satu warga tertembak dan beberapa warga terluka, Kapolres Ketapang menjelaskan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana membenarkan adanya kejadian bentrokan antara anggota Brimob BKO Kalimantan Barat dengan sekelompok warga yang diduga sedang melakukan panen massal diwilayah perusahaan.

“Jadi awal kejadian anggota Brimob sedang patroli dan menemukan sekelompok warga sedang panen massal diduga diwilayah perusahaan, makanya dilakukan upaya pencegahan oleh anggota,” katanya. Minggu (29/5).

Yani melanjutkan, pada saat akan melakukan pencegahan tersebut kemudian anggota mengetahui ada satu diantara warga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ketapang dengan kasus Pasal 107 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang perkebunan.

“Saat itu akan dilakukan pengamanan secara soft approach dan diajak secara baik-baik namun sekelompok warga melakukan perlawanan dan kemudian dilakukan penanganan secara prosedural dengan memberikan peringatan secara lisan namun tidak direspon, memberikan tembakan peringatan 3 kali ke atas sesuai video yang beredar, namun sekelompok warga malah mengejar anggota dengan menggunakan senjata tajam, bahkan ada anggota dipukul oleh oknum warga,” terangnya.

Yani menambahkan, akibatnya anggota terdesak dan keselamatan terancam, namun kejadian adanya oknum warga tertembak diakuinya akibat adanya oknum warga yang mencoba menarik senjata anggota sehingga pelatuk senjata menyentuh tangan anggota dan kemudian peluru hampa mengenai punggung korban.

“Jadi semua sudah sesuai prosedur termasuk penggunaan senjata itu bukan peluru tajam atau karet melainkan itu peluru hampa, namun warga mengalami luka karena dalam kontek jarak dekat,” terangnya.

Yani mengaku kalau langkah pertama yang dilakukan pihaknya mengevakuasi tiga warga yang terluka yang mana satu diantaranya terkena peluru hampa dan dua lainnya mengalami luka yang mana saat ini ketiga warga sudah mendapatkan perawatan oleh tim medis rumah sakit di Ketapang.

“Ketiga warga kondisinya sudah stabil dan untuk warga yang terkena tembakan sesuai hasil ronsen tidak ada proyektil dan serpihan peluru dan hanya luka karena itukan peluru hampa, saya juga sudah melihat kesana dan saya yang meminta langsung dilakukan tindakan pemberikaan perawatan. Informasi ini penting saya sampaikan agar tidak ada informasi liar atau simpang siur,” tuturnya.

Untuk itu, Yani meminta semua pihak untuk tidak menyebar isu liar yang malah mengganggu kekondusifan daerah lantaran saat ini persoalan ini sedang ditangani dan dalam proses lebih lanjut. (Tim/amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed