by

Umumkan Tidak Ada Penundaan Pemilu 2024 Demi Redam Aksi Mahasiswa, Adi Supriadi : Jokowi Cerdik Tapi Tak Pandai

Jakarta, Media Kalbar

Ada dua Kejadian Menarik yang harus diperhatikan oleh setiap orang mencermati isu-isu baru ini yang berhubungan dengan Aksi Demonstrasi Mahasiswa 11 April 2022, Pertama : Pengumuman Jokowi mengenai tidak adanya Penundaan Pemilu 2024, Pemilu tetap dilaksanakan pada Februari 2024 dan yang Kedua Pemukulan Ade Armando hingga ditelanjangi pada Aksi Mahasiswa 11 April 2022 kemarin.
“Jelas, Ini bisa diduga Manuver Rezim untuk membalikkan keadaan, Memanasnya Situasi saat ini yang mengundang Demonstrasi sangat mungkin berujung pada lengsernya Jokowi, Tapi Jokowi cerdik sebelum itu terjadi, Dia membuat pengumuman bahwa tidak ada penundaan Pemilu dan Pemilu tetap ada Februari 2024, Jokowi selamat dari panasnya situasi kondisi saat ini, dapat dikatakan langkah cerdik tapi tak pandai, tak pandainya karena hal yang seperti ini sangat mudah terbaca oleh siapapun “ Ungkap Adi Supriadi kepada Media melalui saluran telpon kemarin.

Setidaknya, Nama Luhut Binsar Panjaitan (LBP) sudah tidak bisa digunakan dalam wacana Penundaan Pemilu dan Perpanjangan masa jabatan presiden, LBP diberi jabatan baru dengan mengurus Air untuk tambahan jabaatan yang sudah banyak diterima LBP selama ini.
“Apakah dengan pengumuman bahwa tidak ada penundaan Pemilu, Perpanjangan masa Jabatan Presiden sudah tidak mungkin ? belum tentu, tidak ada yang tidak mungkin dalam Pemerintahan Jokowi, Kadang hari ini A, Besok B. Minggu ini bilang tutup expor batu bara, pekan berikutnya berubah oleh LBP dengan mengumumkan dibuka lagi, Ketika Menteri bilang JHT ditunda pembayaran hingga usia Pensiun, tak lama Jokowi menghapus pengumuman tersebut dengan yang bertentangan dengan Pengumuman sebelumnya, Ini sudah jadi Pola Pemerintahan ini, Lihat aja “ Papar Pria Kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat yang tinggal di Kota Bandung ini menjelaskan.

Demo mahasiswa 11 April 2022 disebut untuk menuntut Jokowi tidak menjabat selama tiga periode.Namun, dalam tuntutan yang dipaparkan mahasiswa, yang diminta tidak hanya Jokowi untuk membatalkan wacana tiga periode, tetapi ada hal lainnya.
“Tuntutan Mahasiswa kan bukan soal penundaan Pemilu dan Perpanjangan masa jabatan Presiden saja, ada berbagai tuntutan mahasiswa termasuk membatalkan kenaikan harga BBM dan menstabilkan harga-harga bahan pokok khususnya Minyak Goreng, Setidaknya tuntutan pertama bisa diatasi dengan pengumuman Jokowi tersebut tetap untuk tuntutan lain kan belum terpenuhi, seperti menolak kenaikan BBM dan Minyak Goreng salah satunya “ Tegas Adi Supriadi

Setidaknya ada 6 Tuntutan Mahasiswa pada Aksi 11 April 2022 yang lalu :
1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN (Undang-undang Ibu Kota Negara) termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.

3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma’ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Dinilai pengamat politik, Rocky Gerung, jika mahasiswa hanya menuntut soal pembatalan tiga periode tersebut, Jokowi diduga akan menggunakan cara lain untuk memunculkan kembali wacana itu.

“Pembatalan tiga periode itu hanya salah satu isu saja, okelah telah selesai dengan pengumuman jokowi bahwa tidak ada penundaan pemilu dan itu dapat dikatakan langkah cerdik tapi tak pandai itu, ada 5 tuntutan lain dan ini pasti menjadi perhatian serius siapapun yang ada dalam lingkaran Jokowi “
Caranya gimana agar isu mafia minyak goreng, UU IKN, Pemenuhan Janji Kampanye yang tidak terpenuhi, Ketahanan Pangan, BBM tentunya adalah upaya pengalihan isu dari Pemberitaan Media.

“Begini, Ketika berita itu terus diangkat media dan berita itu dirasakan langsung kondisinya oleh Masyarakat, akan mengakibatkan pada demonstrasi lebih besar lagi, atau bisa berujung pada gangguan keamanan nasional seperti tahun 1998, cara nya redam isu tuntutan mahasiswa tersebut dari media mainstream, buat media mainstream memberitakan hal lain selain 6 tuntutan mahasiswa tersebut” Kata Pemerhati masalah sosial Politik dan penggiat media sosial ini.
“Yes, Ada Kisah Ade Armando, Dosen UI dan Penggiat Media Sosial yang babak belur, hingga ditelanjangi pada Aksi Demonstrasi Mahasiswa 11 April 2022 tersebut, Pertanyaanyakan mudah, Ade Armando kan selama ini dikenal sebagai Buzzer dan ada dilingkaran buzzer istana, kok bisa ada di Aksi Mahasiswa menyuarakan menolak Jokowi 3 Periode?” Tanya Adi Supriadi.
Ditambah lagi, banyak kasus yang dilaporkan atas nama Ade Armando tetapi sampai saat ini tidak ada kabar diproses, seakan-akan kebal hukum disisi lain terus koar-koar di media sosial dan buat pernyataan-pernyataan kontroversial.
“Kok bisa ada di dalam Aksi, atas dasar apa ? atau Apakah ada unsur kesengajaan agar memang hal itu terjadi, sehingga target pemberitaan media mainstream tentang 6 tuntutan Mahasiswa dalam Aksi buyar, dalam 7 hari kedepan Kita akan menyaksikan berita yang disampaikan media pasti tentang Ade Armando, bukan lagi tentang tuntutan Mahasiswa, Jika ini diskenariokan, dapat dikatakan berhasil” Selidik Adi Supriadi menambahkan.

Apa yang terjadi selanjutnya, Keadaan membalik, Mahasiswa dipersalahkan, Islam dan Ummat Islam dipersalahkan, Isu Radikalisme dan Terorisme dikencangkan lagi, Kemanusiaan, pengotoran bulan suci ramadhan, dll menjadi ramai di pemberitaan media, Sedangkan apa yang diperjuangkan Mahasiswa mengenai 6 tuntutan dalam aksi tersebut tidak akan berhasil dicapai, UU IKN tetap jalan, Mafia minyak goreng tetap tersenyum, Harga Sembako tetap naik, ketersediaan pangan tetap tidak ada, Konflik Agraria tidak terselesaikan, Janji-janji Kampanye Jokowi-Maaruf tetap menguap hingga pemilu 2024. Jika semua isu ini bisa diamankan, sangat mungkin diduga penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden terjadi, jika membaca pola pemerintah yang selalu berubah pernyataan antara hari ini dan besok, antara minggu ini dan minggu depan. Semoga saja tidak terjadi, karena jika terjadi, sulit untuk melihat bangsa ini kembali ke masa 1998. (*/amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed