by

Aspirasi Mahasiswa Berujung Dugaan Pemukulan di Kalbar, BEM Nusantara Desak Pelaku Ditindak

PONTIANAK, Media Kalbar – Koordinator BEM Nusantara Kalimantan Barat, Haris Ramadan, mengecam dugaan kekerasan terhadap peserta aksi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Ia menyebut massa mengalami pemukulan dan tendangan oleh sekelompok orang yang tidak mengenakan seragam.

Haris mendesak aparat berwenang mengusut kejadian tersebut secara transparan serta menindak siapa pun yang terbukti terlibat.

“Kami mengalami pemukulan dan tendangan oleh sekelompok orang yang tidak mengenakan seragam,” kata Haris dalam rilis pernyataan sikap yang disampaikan.

Ia menegaskan bahwa massa datang untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, aksi tersebut tidak bertujuan mencari keributan.

“Kami turun bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk menyampaikan suara yang harus didengar. Jika aspirasi dibalas dengan kekerasan, maka ada persoalan serius yang harus diusut,” tegasnya.

Haris mengecam segala bentuk kekerasan terhadap peserta aksi. Ia meminta pengusutan dilakukan secara terbuka agar pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui dan ditindak berdasarkan keterlibatan yang terbukti.

Dalam keterangannya, Haris menyebut orang-orang yang diduga melakukan kekerasan tidak mengenakan seragam. Namun, ia belum merinci identitas maupun asal kelompok tersebut. Keterangan itu belum memastikan keterkaitan mereka dengan instansi tertentu.

Di tengah dugaan kekerasan tersebut, Haris menyatakan penyampaian aspirasi akan terus berlanjut. Ia mengumumkan rencana konsolidasi untuk menyiapkan aksi yang lebih besar dan lebih terorganisasi.

“Kami tidak akan mundur hanya karena kekerasan. Perjuangan ini tidak berhenti hari ini,” ujarnya.

Menurut Haris, dugaan intimidasi tidak akan mematahkan semangat peserta aksi. Ia menegaskan bahwa keberanian terletak pada keteguhan mempertahankan kebenaran.

“Kami akan kembali, dengan massa yang lebih besar dan suara yang lebih lantang,” katanya. (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed