Kubu Raya, Media Kalbar
Pemerintah Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya menerima kunjungan siswa-siswi SMP Negeri 12 Satu Atap Sungai Kakap dalam kegiatan program outing class, Senin (18/5/2026).
Sebanyak 17 siswa kelas VII mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas tersebut dengan didampingi langsung oleh guru mata pelajaran matematika, Asma Warni. Kegiatan dipusatkan di Kantor Desa Jeruju Besar dengan tujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan interaktif kepada para siswa.
Dalam keterangannya kepada awak media, Asma Warni menjelaskan bahwa program outing class dilaksanakan untuk mendukung materi pembelajaran matematika tentang data dan diagram.
“Karena saat ini kami sedang membahas materi data dan diagram, saya ingin memberikan pembelajaran yang sifatnya kontekstual kepada siswa. Mereka belajar langsung di kantor desa dengan metode observasi, mengamati lingkungan kantor desa dan fasilitas yang ada untuk kemudian dipresentasikan kembali,” ujarnya.
Selain melakukan observasi, para siswa juga diajarkan teknik wawancara dengan mewawancarai langsung perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa Jeruju Besar.
“Melalui pembelajaran sederhana namun bermakna ini, kami berharap anak-anak memiliki pengalaman yang berkesan dan dapat diingat dalam jangka panjang. Mudah-mudahan ini juga menjadi motivasi agar mereka lebih semangat dalam belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jeruju Besar, Agus Sarnudin, menyambut baik kegiatan edukatif tersebut. Ia menilai program belajar di luar kelas mampu memberikan pengalaman baru kepada siswa tentang dunia kerja dan pelayanan masyarakat di desa.
“Alhamdulillah pagi ini Pemerintah Desa Jeruju Besar mendapat kunjungan dari SMPN 12 Satu Atap. Kegiatan ini memberikan pelajaran kepada siswa bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga bisa dilakukan di lapangan dengan suasana yang menyenangkan,” katanya.
Menurut Agus, para siswa belajar mengenai teknik wawancara, observasi, serta memahami aktivitas pelayanan dan pekerjaan di lingkungan kantor desa. Pemerintah desa juga siap mendukung kegiatan serupa apabila kembali dilaksanakan di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya untuk siswa SMP tetapi juga anak-anak tingkat SD yang ingin belajar langsung di kantor desa. Insya Allah kami siap memfasilitasi, baik dari segi tempat, materi pembelajaran, hingga fasilitas perpustakaan desa yang dapat dimanfaatkan siswa untuk menambah wawasan,” jelasnya.
Kegiatan outing class tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak aktif bertanya, mencatat hasil pengamatan, dan berdiskusi bersama perangkat desa. Program ini diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran kreatif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintah desa.”(Mk/Ismail)











Comment