by

DPO Kasus Rokok Ilegal Diduga Masih Bebas

Bengkayang, Media  Kalbar

Publik mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum setelah sejumlah pihak yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) diduga masih bebas berkeliaran.

Kondisi ini dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan terkait penangkapan para DPO tersebut, padahal kasusnya sudah berjalan cukup lama.

Ketua Presidium Forum Wartawan dan LSM Kalbar Indonesia, Sujanto, SH, menegaskan bahwa penuntasan kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas aparat, baik kepolisian maupun Bea Cukai.

“Kalau DPO tidak segera ditangkap, wajar publik curiga. Jangan sampai muncul anggapan ada permainan di balik kasus ini,” ujarnya Sabtu, 4 April 2026.

Menurutnya, masyarakat kini semakin melihat hukum seperti tidak berjalan seimbang. Kasus kecil cepat diproses, sementara yang melibatkan jaringan besar justru terkesan lambat.

Ia juga menyoroti lolosnya barang ilegal dalam jumlah besar yang dinilai janggal. Seharusnya, dengan sistem dan pengawasan yang ada, peredaran tersebut bisa dicegah sejak awal.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal integritas aparat di lapangan,” tambahnya.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Bengkayang, hanya satu terdakwa yang diadili, yakni sopir mobil box. Sementara itu, nama-nama yang sebelumnya disebut sebagai DPO tidak lagi muncul dalam putusan tersebut.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apalagi, beredar informasi bahwa salah satu DPO diduga masih terlihat beraktivitas santai di kawasan pasar Bengkayang. Jika informasi ini benar, maka menjadi pertanyaan serius mengapa aparat belum melakukan penangkapan.

Sujanto menegaskan, publik dan media harus terus mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Kalau tidak diawasi, kasus seperti ini bisa hilang begitu saja. Padahal masyarakat butuh kepastian hukum yang adil,” tegasnya. (*/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed