SAMBAS, MEDIA KALBAR – Niat menjelajahi dunia menggunakan sepeda lipat justru membawa seorang wisatawan asal China ke pengalaman tak terduga di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Bukannya tiba di pintu perbatasan Indonesia–Malaysia, pria tersebut malah tersasar hingga ditemukan warga di Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, Sabtu (3/10/2026) malam.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 18.00 WIB. Warga Dusun Bungur melihat seorang pria asing sedang beristirahat di sekitar Kantor Desa Sendoyan. Kehadirannya menarik perhatian warga, terlebih pria tersebut tidak mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Kendala bahasa membuat warga kesulitan mengetahui identitas, asal-usul, hingga tujuan perjalanan pria tersebut. Namun, alih-alih membiarkannya kebingungan, warga berinisiatif mencari seseorang yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin.
Dari komunikasi tersebut, barulah terungkap bahwa pria itu merupakan warga negara China yang sedang melakukan perjalanan wisata menggunakan sepeda lipat. Tujuannya bukan Desa Sendoyan, melainkan kawasan perbatasan Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, untuk melanjutkan perjalanan menuju Malaysia.
Perjalanan lintas negara yang seharusnya menjadi bagian dari petualangan bersepeda itu akhirnya membawa sang wisatawan berurusan dengan aparat kepolisian. Bukan karena melakukan kejahatan, melainkan untuk mendapatkan bantuan dan memastikan keamanan dirinya selama berada di wilayah Indonesia.
Perangkat Desa Sendoyan kemudian membawa wisatawan tersebut ke Mapolsek Sejangkung. Sekitar pukul 22.00 WIB, ia selanjutnya dibawa ke Mapolres Sambas untuk pemeriksaan dan koordinasi lebih lanjut.
Polisi melalui Satintelkam Polres Sambas berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Sambas guna memastikan identitas, kelengkapan dokumen perjalanan, serta legalitas keberadaan wisatawan asing tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dokumen keimigrasiannya tidak bermasalah. Izin tinggal wisatawan itu masih berlaku hingga 27 Oktober 2026. Polisi juga tidak menemukan indikasi pelanggaran keimigrasian ataupun keterlibatan dalam tindak pidana.
Dari hasil pendalaman, diketahui pria tersebut memang sedang melakukan perjalanan wisata berkeliling dunia menggunakan sepeda.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono menjelaskan bahwa kepolisian segera menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai keberadaan warga asing yang tersasar tersebut.
Penanganan dilakukan bukan semata-mata untuk memastikan legalitas keberadaan orang asing, melainkan juga memberikan perlindungan dan bantuan kepada wisatawan yang mengalami kesulitan di perjalanan.
Polisi memastikan pemeriksaan telah dilakukan melalui koordinasi dengan instansi keimigrasian. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan persoalan hukum maupun pelanggaran izin tinggal.
Setelah dipastikan tidak bermasalah, wisatawan asal China itu diarahkan untuk menginap di hotel atau penginapan yang memiliki sistem administrasi sesuai ketentuan.
Langkah tersebut dilakukan agar keberadaannya tercatat dengan baik serta perjalanan berikutnya dapat dilanjutkan secara aman dan tertib.
Peristiwa ini menjadi kisah menarik di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Di tengah perjalanan panjang seorang wisatawan menjelajahi berbagai negara, kendala bahasa dan ketidaktepatan arah perjalanan justru mempertemukannya dengan warga pedesaan di Sambas yang berupaya memberikan pertolongan.
Bagi sang wisatawan, Sendoyan mungkin bukan tujuan perjalanannya. Namun, di desa itulah petualangannya sejenak terhenti, bukan karena persoalan hukum, melainkan karena tersasar dalam perjalanan menuju Malaysia. (Rai)











Comment