Kembayan, Media Kalbar
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V terus memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Asisten Kebun dalam Mewujudkan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Prima. Kegiatan yang berlangsung di Kebun Kembayan pada Kamis (11/6/2026) ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan keberhasilan investasi tanaman kelapa sawit melalui penerapan standar budidaya yang unggul dan berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis para Asisten Kebun dalam mengelola Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) secara efektif, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan tanaman yang sehat, seragam, dan siap memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM) dengan produktivitas optimal.
Sebanyak 18 peserta yang merupakan perwakilan Asisten Afdeling dari kebun-kebun di wilayah Kalimantan Barat yang memiliki areal TBM mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir seluruh Asisten Kebun Kembayan dan Asisten Kepala Kebun Kembayan, Romi Winandar, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi serta penyamaan persepsi dalam pengelolaan investasi tanaman.
Para peserta memperoleh pembekalan mengenai standar teknis budidaya, pemeliharaan tanaman, serta strategi pengelolaan investasi tanaman yang berorientasi pada pencapaian TBM Prima. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta terkait pengelolaan TBM di masing-masing unit kerja guna memperkaya wawasan dan memperkuat penerapan praktik terbaik di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Investasi Tanaman Kelapa Sawit Bagian Tanaman PTPN IV Regional V, Aziz Muhajir Sulthon, menyampaikan rencana program Tanaman Ulangan Tahun 2027 di Regional V seluas 1.121,92 hektare yang tersebar di enam unit kebun, yakni Kebun Gunung Emas seluas 179,95 hektare, Kebun Gunung Meliau 163,50 hektare, Kebun Kembayan 154,48 hektare, Kebun Longkali 178,00 hektare, Kebun Rimba Belian 270,39 hektare, serta Kebun Tajati 175,60 hektare. Seluruh areal tersebut direncanakan memasuki tahap persiapan lahan pada tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan program investasi tanaman.
Menurut Aziz, target Tanaman Ulangan Tahun 2027 harus dipersiapkan dan dikawal secara optimal sejak tahap perencanaan, persiapan lahan, hingga pelaksanaan di lapangan agar berjalan sesuai standar teknis dan target yang telah ditetapkan perusahaan.
“Target Tanaman Ulangan Tahun 2027 harus kita kawal bersama sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Kesiapan sumber daya manusia dan pemahaman terhadap standar teknis menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan program investasi tanaman ke depan,” ujar Aziz.
Manager Kebun Kembayan, Didi, dalam sambutannya memaparkan kondisi areal TBM di Kebun Kembayan yang saat ini mencapai 544 hektare, terdiri atas TBM I seluas 242 hektare dan TBM II seluas 302 hektare.
Menurutnya, pengelolaan TBM yang optimal merupakan fondasi penting dalam menentukan keberhasilan tanaman saat memasuki masa produksi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi para asisten melalui kegiatan pembelajaran, diskusi, dan kunjungan lapangan menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh areal TBM dikelola sesuai standar teknis perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para asisten dapat semakin memahami dan menerapkan standar budidaya yang tepat sehingga mampu menghasilkan TBM yang sehat, seragam, dan produktif. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana yang efektif untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar kebun,” ujar Didi.
Sementara itu, Project Management Office (PMO) Investasi Tanaman Wilayah Kalimantan Barat, Ahmad Ridwan, menegaskan bahwa kualitas pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) akan sangat menentukan produktivitas tanaman pada masa mendatang.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami dan menerapkan standar teknis budidaya terbaik sehingga tercipta kondisi tanaman yang prima, seragam, tumbuh optimal, serta siap memasuki masa produksi sesuai target perusahaan,” katanya.
Ahmad Ridwan menambahkan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tingkat operasional merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program investasi tanaman dan pencapaian target produksi perusahaan secara berkelanjutan. Menurutnya, rencana program Tanaman Ulang Tahun 2027 seluas 1.121,92 hektare harus dipersiapkan secara matang sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar investasi yang telah dialokasikan dapat berjalan sesuai standar perusahaan dan memberikan hasil optimal di masa mendatang.
“Target Tanaman Ulang Tahun 2027 seluas 1.121,92 hektare harus kita persiapkan dengan sebaik-baiknya. Seluruh tahapan harus dilaksanakan dengan benar sesuai standar teknis yang telah ditetapkan karena keberhasilan investasi tanaman ini akan menjadi salah satu penopang masa depan perusahaan, khususnya PTPN IV Regional V,” ujar Ahmad Ridwan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke areal TBM Prima di Afdeling III Kebun Kembayan. Pada kesempatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung penerapan standar budidaya dan pemeliharaan tanaman yang telah dilaksanakan secara optimal, sekaligus berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam pengelolaan TBM.
Asisten Afdeling III Kebun Kembayan, Aseb Dedy Suhendra Lumban Gaol, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengaku bangga karena afdeling yang dipimpinnya dipercaya menjadi lokasi kunjungan lapangan.
“Kami merasa bangga karena Afdeling III Kebun Kembayan dipercaya menjadi lokasi kunjungan lapangan. Selain menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik terbaik, diskusi yang terjalin dengan rekan-rekan asisten dari berbagai kebun memberikan banyak masukan yang bermanfaat untuk penyempurnaan pengelolaan TBM ke depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional V terus memperkuat kapasitas insan perkebunan dalam mengelola investasi tanaman secara profesional dan berstandar tinggi. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan TBM Prima sebagai fondasi peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan penciptaan nilai tambah bagi perusahaan, sekaligus mendorong terwujudnya pengelolaan perkebunan yang unggul dan berdaya saing di seluruh wilayah operasional PTPN IV Regional V. (Mbis/MK)







Comment