SAMBAS, Media Kalbar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus meluas. Berdasarkan aplikasi Sipongi hingga Kamis, 20 Agustus 2026, luas lahan terbakar mencapai 2.318,48 hektare yang tersebar di 16 kecamatan dan 70 desa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi, S.T., mengatakan karhutla pada Kamis terpantau di enam lokasi.
Lima lokasi yang luas kebakarannya telah terdata mencapai total 250,5 hektare. Lokasi tersebut meliputi SB Kolam seluas 10 hektare, SB Danau 28,5 hektare, Desa Sungai Baru yang berbatasan dengan Desa Berlimang 97 hektare, Desa Sungai Kumpai 100 hektare, serta Desa Tanah Hitam 15 hektare.
Kebakaran juga terpantau di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Namun, luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut masih dalam proses pendataan.
Alwindo menyampaikan, berdasarkan aplikasi Sipongi, jumlah titik panas di Kabupaten Sambas telah mencapai 1.174 hotspot. Titik panas terbanyak terpantau di Desa Temajuk.
Karhutla di Desa Sungai Baru menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius karena berpotensi terus meluas. BPBD menjadwalkan pemadaman gabungan pada 21–22 Agustus 2026.
Pemadaman melibatkan BPBD, Polsek, Koramil, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
BPBD Sambas juga telah meminta dukungan helikopter water bombing sejak Senin. Namun, helikopter belum dapat mencapai Sambas akibat asap tebal dari wilayah Mempawah hingga Sambas yang menyebabkan jarak pandang terbatas.
“Karena kuatnya asap dari Mempawah hingga Sambas, jarak pandang menjadi pendek sehingga helikopter kembali ke Posko Lanud Pontianak. Kami berharap helikopter dapat membantu pemadaman udara di Desa Sungai Baru dan Sungai Kumpai,” kata Alwindo.
Menurutnya, angin kencang menjadi salah satu penyebab api semakin meluas dan sulit dikendalikan. Upaya pemadaman juga menghadapi kendala minimnya sumber air serta keterbatasan personel, peralatan, dan pembiayaan.
Meluasnya karhutla dikhawatirkan meningkatkan kepekatan kabut asap serta mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, dan aktivitas sosial-ekonomi, termasuk di kawasan perbatasan Kabupaten Sambas.(Rai)











Comment